Pengertian Kalamullah

Muslimmejawab.com – Kita sering mengatakan dan mendengar istilah “kalamullah” untuk kitab suci Al-Quran. Ini merupakan hal lumrah yang dapat ditemui dalam interaksi sesama dalam kehidupan sosial; baik secara lisan maupun tulisan. Istilah ini juga digunakan baik oleh kalangan umum maupun kelompok terpelajar.

Pada dasarnya penngunaan ini bukanlah hal baru menginagat bahwa Al-Quran sendirilah yang menyebut dirinya sebagai “kalamullah” seperti yang tertera dalam ayat berikut: “Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar (dan merenungkan) firman Allah (كلام الله).” (Al-Taubah/ 6)

Lebih jauh lagi Al-Quran bahkan menggunakan istilah tersebut untuk kitab Taurat: “Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepada (agama)mu, padahal segolongan dari mereka telah mendengar firman Allah (كلام الله), lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, sedangkan mereka mengetahui?” (Al-Baqarah/ 75)

Tapi yang menjadi pertanyaan kemudian adalah: apa pengertian dan maksud dari “kalamullah”? Apakah maksud dari Kalam ilahi adalah kata- kata biasa layaknya istilah yang kita gunakan dalam kehidupan keseharian kita? Sehingga dipahami bahwa Allah SWT berkata-kata dengan menggunakan lafaz, huruf dan suara layaknya manusia? Karena makna kalam adalah perkataan. Atau maksud dari Kalam ilahi justru bukan seperti itu. Lantas apa itu Kalam ilahi?

Untuk menjawab pertanyaan ini, pada tulisan singkat kali ini kami akan mengutip tulisan Ayatullah Jawadi Amuli yang mengatakan:

“Perkataan dan Kalam ilahi baik di dunia maupun di akhirat bukanlah berbentuk suara, lafaz dan kesepakatan…… Perkataan ilahi adalah perbuatanNya yang bukan berupa suara yang dipantulkan maupun panggilan yang dapat didengar. Kalam ilahi adalah memberikan keberadaan, akan tetapi pada tingkatan terendahnya menjelma dalam bentuk taurat yang dilafalkan atau Al-Quran yang fasih dalam bahasa Arab. Pada tingkatannya yang paling rendah ini kelazimannya adalah lafaz, berbentuk bahasa Arab, Ibrani dan lain-lain. Al-Quran yang berbahasa Arab merupakan turunan dari Kalam ilahi. Sedangkan sumber serta aslinya yang berada pada maqam “ladun” (di sisi Allah SWT) yang turun kepada Rasulullah Saww dan diterima oleh beliau, tidaklah berbentuk suara, lafaz dan kesepakatan. Dia merupakan satu hakikat yang tinggi dan bijaksana dimana hanya dengan Syuhud dapat dicapai.

Maksudnya, hakikat Al-Quran di semua tingkatannya merupakan Kalam ilahi. Dan perkataan ini yang merupakan makhluk ilahi di dalam setiap tingkatannya adalah perbuatan khusus Allah SWT. dimana Allah SWT lah yang menciptakannya. Dan khusus tingkatan terendahnya sebagaimana tingkatan lainnya merupakan Kalam serta makhluk ilahi yang berbentuk lafaz dan kata-kata khusus.” (Tafsir maudu’i e Quran e Karim (Quran dar Quran), hal: 60-61, cet: Markaz e Nashr e Israk, Qom, 1378 HQ)

Dari penjelasan yang telah disampaikan di atas dapat kita simpulkan bahwa Kalam ilahi merupakan perbuatan dan makhluk Allah SWT. Oleh karena itu maksud dari ungkapan Al-Quran adalah “kalamullah” ialah Allah SWT menciptakan Al-Quran dalam bentuk lafaz dan kata-kata dan bukan dalam artian bahwa Allah SWT berkata-kata dan berucap dengan menggunakan lafaz, huruf, kata dan kalimat yang kemudian melahirkan Al-Quran.

Oleh: Muhammad Alfadani

Related posts

Leave a Reply