Ibn Qayyim: Nikah Mutah Tidak Dianulir Pada Perang Khaibar

  • Whatsapp

Muslimmenjawab.com – Pada tulisan sebelumnya telah disebutkan bantahan terhadap anggapan terjadinya anulir atau naskh terhadap ayat maupun hukum yang berkaitan dengan nikah mutah lengkap dengan hadits-haditsnya. Oleh karena itu pada dasarnya dalil-dalil yang disebutkan di sana sudah dapat menjawab semua anggapan adanya naskh terhadap ayat maupun hukum nikah mutah.

Namun mengingat bahwa ada anggapan bahwa nikah mutah telah dianulir pada perang Khaibar maka dirasa perlu untuk menyebutkan sanggahan secara terpisah dan tersendiri. Atas dasar itu di sini akan disebutkan sanggahan yang disebutkan oleh ulama Sunni sendiri.

Bacaan Lainnya

Dalam hal ini Ibn Jauzi berkata: “Pada perang Khaibar mutah belum diharamkan.” ( Ibn Qayyim al-Jauziah, Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub, Zad al-Maad Fi Huda Khair al-Ibad, jil: 3, hal: 343, cet: Muassasah al-Risalah, beirut, 1415 H/ 1994 M)

Dalam ulasan selanjutnya Ibn Qayyim memberikan alasannya dalam menolak pendapat yang mengatakan nikah mutah telah dianulir pada perang Khaibar: “Pada perang Khaibar tidak ada sahabat Nabi SAWW yang melakukan mutah dengan perempuan Yahudi, tidak seorangpun yang meminta izin kepada Rasulullah SAWW dan tidak seorangpun yang menukil masalah ini. Pada perang Khaibar tidak ada sebutan mutah sama sekali; baik untuk melakukannya maupun mengharamkannya.”(Ibn Qayyim al-Jauziah, Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub, Zad al-Maad Fi Huda Khair al-Ibad, jil: 3, hal: 344- 345, cet: Muassasah al-Risalah, beirut, 1415 H/ 1994 M)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 Komentar