Antara Nabi, Basalamah, Aisyah dan Bukhari

  • Whatsapp
Pelecehan Nabi

MUSLIMMENJAWAB.COM– Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Jean-Michel Frédéric Macron terkait Nabi menyebabkan seluruh kaum muslimin seluruh dunia murka, namun pernahkah kita introspeksi diri ketika non muslim melakukan penelitian terhadap sejarah nabi yang berada di kitab-kitab shihah dan sunan bertentangan dengan akal, nash dan nilai-nilai akhlak?

Bahkan “ulama Islam” seperti Khalid Basalamah dalam video ceramahnya [klik disini] menggambarkan bahwa nabi adalah sosok yang tidak mampu menahan nafsu seksualnya sehingga walaupun sedang haid, karena kebelet, nabi tetap “menghajar” istrinya dengan berbagai cara. Lalu bagaimana kaum muslimin marah terhadap peneliti barat ketika mengatakan bahwa nabi kalian gak bisa nahan nafsu adalah fakta dan terdapat dalam kitab-kitab hadis terpecaya kalian?!

Bacaan Lainnya

Nabi yang mengatakan kepada umatnya untuk menjauhi istri kala sedang haid, tapi diam-diam dia melakukannya kala istrinya haid adalah fitnah keji terhadap nabi yang digambarkan Allah swt sebagai pemiliki akhlak luhur?!

Allah swt berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 222:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

Allah swt memerintahkan nabi untuk menyampaikan kepada kaum muslimin untuk menjauhi istri ketika haid, namun nabi sendiri melakukan hal tersebut membuktikan bahwa syariat Islam ternyata tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Padahal jelas dalam Al-Quran bahwa Allah swt sangat membenci orang-orang yang hanya berbicara, namun nihil amal.

Allah swt berfirman dalam surat Shaff ayat 2-3:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ.

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

Mungkin kelak orang-orang beriman itu akan berargumentasi dihadapan TuhanNya, sebelum engkau ceramahi kami, utuslah nabi yang benar-benar mengikuti firmanMu, bukan hanya melarang dan memerintah, namun ia tidak mengerjakannya.

Bukhari dalam Shahihnya meriwayatkan fakta memalukan ini tanpa menimbang terlebih dahulu bahwa siapapun periwayatnya ketika itu bertentangan dengan akal dan Al-Quran adalah dusta atas nama nabi.

Bukhari berkata:

حدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ یُوسُفَ، حَدَّثَنَا سُفْیَانُ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ إِبْرَاهِیمَ، عَنِ الأَسْوَدِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِیَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: کَانَ النَّبِیُّ صَلَّى اللهُ عَلَیْهِ وَسَلَّمَ یُبَاشِرُنِی وَأَنَا حَائِضٌ.

Meriwayatkan kepada kami Muhammad bin Yusuf dan Sufyan dari Manshur dari Ibrahim dari Aswan dari Aisyah berkata, ” Nabi mencampuriku sedangkan aku sedang haid.”

(Shahih Bukhari, cetakan dar ibni kastir, Beirut-Libanon, Kitab Itikaf, bab Ghusl Al-Mutakif, Juz.1 Hal.488 Hadis no.2030)

Didalam Mujam lughah arabiyah ma’ashirah kata Baasyara rajul Zaujatahu (باشر الرجل زوجته) adalah berhubungan badan dengan masuknya kelamin pria kepada wanita. Untuk itu Allah swt berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 187:

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid”

Apakah Nabi yang dipuji Allah swt sebagai pemilik akhlak tertinggi dan setiap gerak-geriknya adalah wahyu, benar-benar melakukan perbuatan tercela tersebut? Apakah salah jika ada peneliti non muslim meneliti tentang sejarah nabi dari kitab-kitab shihah dan sunan mendapatkan fakta bahwa utusan Tuhan dan penegak syariat Tuhan di muka bumi ternyata tidak bisa menahan hasrat nafsunya?!

Jika itu semua adalah kebohongan atas nama nabi karena bertentangan dengan akal dan nash, mungkinkah Aisyah yang berbohong meriwayatkan hadis yang bertentangan dengan risalah pengutusan kenabian ataukah periwayat yang berbohong atas nama Aisyah?!

Apakah sekelas Bukhari yang katanya sangat teliti dalam penukilan dan penulisan hadis  tidak membaca ayat-ayat suci Al-Quran tentang bercampur ketika haid? Atau memang sengaja memasukan riwayat ini untuk menarik manusia langit kecintaan Allah swt itu menjadi manusia bumi yang tidak ada bedanya dengan laki-laki nafsuan lainnya?!

Kaum muslimin berteriak bela nabi, namun kitab-kitab mereka sendiri penuh dengan pelecehan kepada nabi. Kaum muslimin teriak boikot pelaku pelecehan nabi, namun tidak memboikot kitab-kitab yang melecehkan nabi. Dengan segala fenomena ini, saya teringat dengan perkataan Muhammad Abduh yang berkata,

” Aku melihat kaum muslimin disini, namun aku tidak melihat Islam.”

Abu Syirin Al Hasan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 Komentar

  1. Peak lu,yg ga di bolehin ketika haid itu menyetubuhinya,kalo sekedar bersenang-senang selain menyetubuhinya sah2 saja

  2. makanya lihat videonya, dengerin baik-baik, basalamah bilang menggauli bukan bersenang-senang, jelas-jelas tuh ustad ngelecehin nabi. apalagi ada kata-kata jorok seperti mengikat tempat keluar darah

  3. Good day

    Be Buzz Free! The Original Mosquito Trap.

    60% OFF for the next 24 Hours ONLY + FREE Worldwide Shipping
    ✔️LED Bionic Wave Technology
    ✔️Eco-Friendly
    ✔️15 Day Money-Back Guarantee

    Shop Now: mosquitotrap.online

    Enjoy,

    Renato
    Antara Nabi, Basalamah, Aisyah dan Bukhari – Muslim Menjawab