MUSLIM MENJAWAB – Melanjutkan seri sebelumnya , kali ini kami masih membahas perihal istilah ghulat yang di sangkakan pada mazhab Syiah khususnya Syiah Imamiyah.
Kalau kita merujuk pada definisi ghulat yang telah kita paparkan sebelumnya, kita akan lihat bahwa ghulat adalah orang-orang yang menjadikan Imam Ali as sebagai Nabi atau Tuhan. Dan hal tersebut selaras dengan kelompok Sabaiyah atau pengikut Abdullah bin Saba. Seperti yang termaktub dalam kitab Al-Farqu bainal Firoq karya ulama Ahlussunnah Abdul Qohir Al-Baghdadi. Dalam kitab tersebut dikatakan:
Sabaiyah, pengikut Abdullah bin Saba, adalah mereka yang melebih-lebihkan pada Ali bin Abi Thalib RA, dan mengklaim bahwa ia (Ali) seorang nabi, kemudian mengklaim bahwa ia adalah Tuhan, lalu mereka mengajak suatu kaum yang tersesat dari Kufah pada perkara tersebut, hingga kabar mereka sampai pada Ali RA, lalu Ali RA menyuruh untuk membakar kaum mereka di dua galian.
Dan pada penjelasan sebelumnya mengenai tokoh Abdullah bin Saba, telah kita buktikan bahwa tokoh ini bukanlah penggagas Mazhab Syiah dan tidak ada hubungannya dengan Mazhab Syiah Imamiyah. Tokoh ini merupakan tokoh fiktif. Dan kalaupun tokoh ini kita asumsikan ada karena hadirnya riwayat yang mengutip tentangnya, telah kami buktikan bahwa tokoh tersebut terlaknat dan Imam Ali As memberikan hukuman dengan membakarnya.
Jadi, istilah ghulat sebenarnya selaras dengan kelompok Sabaiyah yang menuhankan Ali bin Abi Tahlib As, jika diasumsikan kelompok ini ada, bukan dengan Syiah Imamiyah yang menjadikan Ali bin Abi Thalib sebagai Imam atau khalifah setelah Rasulullah Saw.








