MUSLIMMENJAWAB.COM – Pada beberapa seri sebelumnya telah banyak dibahas tentang Guluw baik defenisi maupun pandangan para ulama Syiah seputar hal tersebut.
Pada tulisan kali ini akan dipaparkan beberapa riwayat yang berkaitan dengan Guluw yang dimuat di dalam kitab Biharul Anwar; di mana di dalam riwayat-riwayat tersebut para ma’shum memberikan komentar terhadap permasalahan tersebut.
Di dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa para imam berlepas diri dari para Gulat yang mensejajarkan mereka dengan tuhan:
“dari Aban bin Utsman ia berkata: aku mendengar Abu abdillah AS berkata: semoga Allah SWT melaknat Abdullah bin Saba karena sesungguhnya ia telah mengklaim rububiah (pengaturan alam) terhadap amirul mukminin. Padahal demi Allah beliau adalah seorang hamba Allah yang patuh. Celakalah orang yang berdusta atas kami. Dan sungguh suatu kaum telah berkata tentang kami sesuatu yang tidak kami katakan. Kami berlepas diri kepada Allah dari mereka, kami berlepas diri kepada Allah dari mereka.[1]”
Di tempat lainnya, masih dalam kitab yang sama disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAWW memposisikan para gulat sejajar dengan musuh ahlulbait dan akan ditempatkan di neraka:
“dan engkau ya Ali, Syiah mu dan pecinta Syiah mu berada di surga. Sementara musuh dan yang guluw terhadap mu berda di neraka.[2]”
Dan di dalam riwayat lainnya juga diutarakan bahwa aimmah tidak hanya berlepas diri dari kelompok yang menyetarakan para imam secara umum atau imam Ali AS secara khusus dengan tuhan tapi, mereka juga berlepas diri dari kelompok yang menganggap mereka nabi:
Dar Abu al-abbas al-baqbaq: ……maka Abu abdillah mendahului keduanya seraya berkata: wahai Abdullah, aku berlepas diri dari mereka yang mengatakan bahwa kami adalah nabi.[3]”
Lebih jauh imam Ja’far al-Shadiq mengajak orang-orang tua untuk mengingat anak-anak muda akan bahaya gulat:
“dari Fudhail bin Yasar, ia berkata: Ja’far al-Shadiq AS bersabda: berhati-hatilah terhadap anak muda kalian, jangan sampai para gulat merusak mereka. sebab gulat merupakan makhluk paling buruk. mereka mengkerdilkan keagungan Allah dan mengklaim rububiah (pengaturan semesta) bagi hamba-hambaNya.[4]”
Dari beberapa riwayat di atas dapat dipahami bahwa gulat; baik yang menyetarakan para imam dengan tuhan maupun yang menganggap mereka nabi, tidak ada hubungannya dengan Syiah. Karena para ma’shum berlepas diri dari mereka, mengatakan bahwa mereka berada di neraka dan mengajak para orang tua untuk mengingatkan kaum muda dari bahaya bahaya gulat.
[1] Majlisi, Muhammad Baqir, Biharul Anwar, jil: 25, hal: 286, cet: Dar Ihya al-Turats al-Arabi.
[2] Majlisi, Muhammad Baqir, Biharul Anwar, jil: 25, hal: 264-265, cet: Dar Ihya al-Turats al-Arabi.
[3] Majlisi, Muhammad Baqir, Biharul Anwar, jil: 25, hal: 291, cet: Dar Ihya al-Turats al-Arabi
[4] Majlisi, Muhammad Baqir, Biharul Anwar, jil: 25, hal: 265, cet: Dar Ihya al-Turats al-Arabi













