MUSLIMMENJAWAB.COM – Sebutan Rafidhah dan semua yang berkaitan dengan munculnya nama tersebut telah kami bicarakan dalam seri – seri yang lalu. Tentunya yang menjadi fokus kajian kita dalam hal ini ialah hubungannya dengan Syiah, sebab yang dipahami oleh orang-orang saat ini, nama tersebut erat kaitannya dengan Syiah khususnya Imamiyah Itsna Asyariyah (12 Imam).
Hal ini terjadi disebabkan sebutan itu secara langsung diwariskan oleh para ulama terdahulu dalam kitab-kitab mereka ketika hendak menyebut Syiah. Salah satunya ialah Ibnu taimiyah (abad 7 H), ia dalam berbagai kitab dan tulisannya sering kali menyebut Syiah dengan sebutan Rafidhah.
Dalam kitabnya yang berjudul Minhajus Sunnah an-Nabawiyah, saat menjelaskan tentang Sayidah Fatimah az-Zahra As. ia menyebutkan:
وَأَیْضًا فَلَیْسَتْ ذُرِّیَّةُ فَاطِمَةَ کُلُّهُمْ مُحَرَّمِینَ عَلَى النَّارِ، بَلْ فِیهِمُ الْبَرُّ وَالْفَاجِرُ. وَالرَّافِضَةُ تَشْهَدُ عَلَى کَثِیرٍ مِنْهُمْ بِالْکُفْرِ وَالْفُسُوقِ وَهُمْ أَهْلُ السُّنَّةِ مِنْهُمُ الْمُتَوَلُّونَ لِأَبِی بَکْرٍ وَعُمَرَ، کَزَیْدِ بْنِ عَلِیِّ بْنِ الْحُسَیْنِ وَأَمْثَالِهِ مِنْ ذُرِّیَّةِ فَاطِمَةَ [- رَضِیَ اللَّهُ عَنْهَا -] ، فَإِنَّ الرَّافِضَةَ رَفَضُوا زَیْدَ بْنَ عَلِیِّ بْنِ الْحُسَیْنِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَشَهِدُوا عَلَیْهِمْ بِالْکُفْرِ وَالْفِسْقِ، بَلِ الرَّافِضَةُ أَشَدُّ النَّاسِ عَدَاوَةً إِمَّا بِالْجَهْلِ وَإِمَّا بِالْعِنَادِ لِأَوْلَادِ فَاطِمَةَ
Dan begitu pula tidak semua keturunan Fatimah terjaga dari neraka, tapi diantara mereka terdapat yang baik dan yang buruk. Rafidhah bersaksi atas kebanyakan dari mereka (keturunan Fatimah) dengan kekufuran dan kefasikan, dan mereka adalah Ahlu Sunnah dari mereka (keturunan Fatimah) yang berwilayah pada Abu Bakar dan Umar, seperti Zaid bin Ali bin Husein dan semisalnya dari keturunan Fatimah Ra., sesungguhnya Rafidhah meninggalkan Zaid bin Ali dan orang-orang yang menolongnya dan mereka (Rafidhah) bersaksi atas mereka (Zaid serta kelompoknya) dengan kekufuran dan kefasikan, bahkan Rafidhah merupakan kelompok yang paling menunjukkan permusuhan terhadap keturunan Fatimah Ra. entah itu berangkat dari kebodohan atau keras kepala.[1]
Dari pernyataan Ibnu Taimiyah di atas secara jelas ia menggambarkan Rafidhah salah-satunya dengan kelompok yang mengkafirkan dan menisbatkan fasik terhadap Zaid bin Ali serta kelompoknya.
Sementara itu beberapa tokoh terkemuka Syiah 12 Imam yang hidup jauh sebelum masa Ibnu Taimiyah menjelaskan sosok Zaid bin Ali sebagai berikut:
Syekh Mufid (abad 4-5 H)
وَ کَانَ زَیْدُ بْنُ عَلِیِّ بْنِ الْحُسَیْنِ عَیْنَ إِخْوَتِهِ بَعْدَ أَبِی جَعْفَرٍ ع وَ أَفْضَلَهُمْ وَ کَانَ عَابِداً وَرِعاً فَقِیهاً سَخِیّاً شُجَاعاً وَ ظَهَرَ بِالسَّیْفِ یَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَ یَنْهَى عَنِ الْمُنْکَرِ وَ یُطَالِبُ بِثَارَاتِ الْحُسَیْنِ ع
Dan Zaid bin Ali bin Husein adalah seperti saudaranya (Imam Muhammad al-Baqir atau dikenal Abu Ja’far) setelah Abu Ja’far As. paling utamanya (dari saudara-saudaranya), serta ia juga seorang ahli ibadah, wara’, faqih, dermawan, pemberani dan bangkit dengan pedangnya beramar ma’ruf nahi munkar juga menuntut balas atas Husein As.[2]
Syekh Shaduq (abad 4 H)
قال محمد بن علی بن الحسین مصنف هذا الکتاب رضی الله عنه لزید بن علی فضائل کثیرة عن غیر الرضا أحببت إیراد بعضها على أثر هذا الحدیث لیعلم من ینظر فی کتابنا هذا اعتقاد الإمامیة فیه.
Muhammad bin Ali bin Husein (Syekh Shaduq), penulis kitab ini berkata: “Zaid bin Ali memiliki keutamaan-keutamaan yang banyak, dari selain ar-Ridha As. (Imam ke-8) aku ingin menyebutkan sebagiannya yang serupa dengan hadis ini (yang menunjukkan keutamaan Zaid) supaya orang-orang yang melihat kitab kami tahu inilah keyakinan Imamiyah terhadapnya (Zaid).[3]
Dari pernyataan di atas terbukti bahwa pandangan Syiah 12 Imam terhadap Zaid bin Ali berbeda dengan pandangan Rafidhah yang digambarkan oleh Ibnu Taimiyah. Oleh sebab itu bila yang ia maksud dari Rafidhah adalah Syiah 12 Imam maka itu tidak benar dan bertentangan dengan kenyataan.
[1] Minhajus Sunnah an-Nabawiyah, jil: 4, hal: 63-64.
[2] Al-Irsyad Fi Ma’rfati Hujajillah Alaal Ibaad, jil: 2, hal: 171, Muassasah Aalul Bait.
[3] Uyunu Akhbaril Ridha, jil; 1, hal 226,.












