Musilm Menjawab – Salah satu isu yang acapkali digemborkan sebagian kelompok kepada kelompok lain, terkhusus kepada kelompok Syiah adalah keyakinan akan adanya tahrif atau distorsi al-Quran. Isu ini meluas ke masyarakat islam seakan-akan kata Syiah dan beda al-Quran sudah menjadi satu kesatuan. Namun hal itu tidak mempengaruhi sebagian dari orang-orang muslim yang memang tujuannya mencari kebenaran. Orang-orang seperti itu selalu saja melihat sebuah permasalahan tidak dari satu sudut pandang saja. Di sisi lain kami juga telah menuliskan beberapa artikel mengenai pandangan ulama-ulama besar Syiah mengenai hal ini yang bisa anda rujuk kembali di website ini.
Salah satu isu yang sering dilontarkan kelompok Salafi Wahabi kepada Syiah adalah bahwa salah satu ulama besar mereka (Syiah) yaitu Syekh Mufid meyakini akan adanya perubahan al-Quran. Tidak tanggung-tanggung, merekapun menyertakan sanad dan bukti yang nyata dari kitab Syekh Mufid sendiri untuk menambah keyakinan. Yakni sebagai berikut:
“Sesungguhnya riwayat-riwayat yang diperoleh dari imam-imam pemberi petunjuk dari keluarga Muhammad saw, terdapat pernyataan tentang perbedaan Al-Quran, dan juga yang menceritakan tentang sebagian orang-orang zalim yang membuang dan mengurangi Al-Quran.”
Namun sangat disayangkan, mereka hanya mengambil potongan perkataan Syekh Mufid tanpa mengutip kembali lanjutannya dari bukti di atas. Mereka menjadikan potongan itu sebagai fitnah yang dilontarkan kepada Syekh Mufid dan mazhab Syiah. Sebabnya kini, tidak sedikit orang yang mempercayai akan hal itu.
Alhasil, marilah kita melirik sejenak pernyataan Syekh Mufid secara menyeluruh akan keyakinannya mengenai tahrif Al-Quran. Dalam kitab Awail al-Maqalat hal. 91-92 belau menjelaskan:
”Sesungguhnya riwayat-riwayat yang diperoleh dari Imam-imam pemberi petunjuk dari keluarga Muhammad saw, terdapat pernyataan tentang perbedaan Al-Quran, dan juga yang menceritakan tentang sebagian orang-orang zalim yang membuang dan mengurangi Al-Quran. Yaitu terjadi pada saat penyusunan (Al-Quran) dengan memerintahkan mendahulukan yang akhir dan mengakhirkan yang terdahulu, mengenalkan nasakh dan mansukh, makkiyah dan madaniyyah, tidaklah teratur sebagaimana disebutkannya. Adapun tentang pernyataan pengurangan (Al-Quran) yang secara akal tidaklah mustahil dan tidak terlarang terjadinya, maka setelah aku mencermati dari para penyerunya dan pernyataan dari Muktazilah dan selain mereka, maka tidaklah dapat diambil dan bersandar pada hujjah mereka yang rusak tersebut.
“Dan telah berakata jamaah ahli imamah (Syiah), sesungguhnya al-Quran tidak berkurang walupun hanya satu kata, satu ayat, atau satu surat. Akan tetapi (yang) dihapus (adalah) apa-apa yang ada dalam mushaf Amirul Mukminin as yang merupakan ta’wil dan tafsir makna-maknanya sesuai dengan hakikat turunnya. Yang demikian itu (ta’wil dan tafsir) sekalipun telah diturunkan Allah, tetapi itu bukan bagian dari friman Allah Al-Quran yang mukjizat. Dan menurut saya pendapat ini lebih tepat daripada pendapat orang yang menganggap adanya pengurangan firman dari al-Quran itu sendiri yang bukan ta’wilnya. Dan saya memilih pendapat ini. Hanya kepada Allah lah saya memohon taufiq untuk kebenaran.”
Dari keseluruhan bukti di atas, dapat dipahami bahwa pada akhir keseimpulannya, Syekh Mufid tidak meyakini akan perubahan al-Quran. Dan isu yang selama ini dilontarkan kelompok tertentu kepada Syiah sangatlah tidak benar.
Akhir kalam, sudah seharusnya konsep cek and ricek selalu diterapkan pada setiap lini kehidupan kita, apalagi di zaman fitnah seperti ini. Kami ingin mengutip salah satu ayat al-Quran yang sangat patut kita semua renungkan dan semoga kita mendapat keberkahan. Allah Swt berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.[Surat Al-Hujurat: 6]









