Ishmah dalam Keterangan Syekh Mufid

MUSLIMMENJAWAB.COM – Salah satu cara untuk mengenal hakikat pribadi Nabi Muhammad Saw selain dengan merujuknya langsung pada Al-Quran, sejarah dan riwayat yang mu’tabar, adalah mengenal dengan benar konsep kemaksuman atau ishmah.

Tentunya konsep ini pun tidak muncul secara sembarangan dan begitu saja, melainkan bertumpu pada dalil-dalil naqli seperti ayat Al-Quran dan riwayat, serta dalil aqli atau argumentasi akal.

Read More

Dan para ulama dari sejak dahulu telah berupaya menjelaskan makna ishmah tersebut dengan semua penelitian serta kajian yang telah mereka lakukan, sehingga sampai pada kesimpulannya masing-masing.

Oleh sebab itu dapat kita saksikan hingga saat ini, bahwa mereka memiliki perbedaan dalam menafsirkan konsep tersebut. Tentunya perbedaan ini memberikan pengaruh dan efek terhadap kita dalam melihat sosok Nabi. Maka dari itu sudah seharusnya bagi kita untuk mencari kebenaran dalam kasus ini sehingga pengenalan kita terhadap nabi pun menjadi benar pula.

Pada kesempatan kali ini kita akan melihat pandangan Syekh Mufid, salah satu ulama besar yang hidup pada akhir abab ke-4 H, terkait masalah ini. Di dalam kitabnya yang berjudul Awa’ilul Maqalat, ia banyak menjelaskan persoalan-persoalan akidah, salah satunya perihal persoalan ini.

Syeikh Mufid dalam penjelasannya mengenai ishmah, mula-mula ia merujuk kembali pada makna aslinya yang ada di dalam bahasa seperti yang sudah kita bahas dalam kajian sebelumnya. Di sini ia menemukan bahwa ishmah -yang bermakna sesuatu yang dengannya manusia terlindung dari hal lain-, bukanlah bagian dari jenis pekerjaan atau perbuatan, akan tetapi hal itu, sebagaimana ia jelaskan:

Ishmah dari Allah swt adalah taufik yang mana dengannya manusia selamat dari hal yang tidak dikehendaki apabila ia memiliki ketaatan. Hal ini seperti ketika kita memberikan sebuah tali pada seseorang yang dalam kondisi tenggelam supaya ia selamat dengan berpegangan padanya, ketika ia memegangnya maka kondisi itu disebut ishmah baginya disebabkan ia berpegangan dan selamat dari tenggelam, namun apabila ia tidak berpegangan maka tidak dikatakan ishmah..[1]

Dari penjelasannya di atas dapat kita pahami bahwa yang dimaksud ishmah olehnya adalah sebuah kondisi ketika berada dalam ketaatan terdadap Allah swt, sehingga hal ini tidak bisa dikategorikan ke dalam jenis pekerjaan atau perbuatan.

Lebih khusus lagi terkait kemaksuman Nabi, ia menjelaskan:

Sesungguhnya nabi kita, Muhammad Saw di antara orang yang tidak pernah bermaksiat pada Allah Swt dari sejak penciptaanya hingga wafatnya, tidak pernah bermaksud menentang dan mengerjakan dosa atau kesalahan baik dengan sengaja ataupun lupa..[2]

Dari sini bisa disimpulkan bahwa pandangan syekh Mufid terkait kemaksuman nabi atau ishmahnya beliau itu meliputi dosa atau kesalahan baik yang secara sengaja ataupun lupa, bahkan kondisi ini telah ada dari sejak awal keberadaan Nabi hingga wafanya. Wallahu A’lam.


[1] Syekh Mufid, Muhammad bin Muhammad bin Nu’man, Awa’ilul Maqalat, hal: 134 -135.

[2] Syekh Mufid, Muhammad bin Muhammad bin Nu’man, Awa’ilul Maqalat, hal: 62.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 comments

  1. I’m also writing to let you know of the awesome discovery my friend’s daughter experienced studying your webblog. She figured out a good number of details, most notably what it’s like to possess a wonderful giving mindset to have other individuals effortlessly completely grasp chosen complex things. You actually did more than readers’ desires. I appreciate you for churning out those invaluable, trusted, revealing as well as unique guidance on the topic to Sandra.

  2. Woah! I’m really digging the template/theme of this site. It’s simple, yet effective. A lot of times it’s hard to get that “perfect balance” between superb usability and visual appeal. I must say you have done a excellent job with this. Also, the blog loads very quick for me on Opera. Exceptional Blog!

  3. Thanks a bunch for sharing this with all of us you really understand what you are speaking about! Bookmarked. Kindly also consult with my site =). We could have a hyperlink alternate agreement between us!

  4. Hmm it appears like your blog ate my first comment (it was super long) so I guess I’ll just sum it up what I submitted and say, I’m thoroughly enjoying your blog. I too am an aspiring blog blogger but I’m still new to the whole thing. Do you have any tips for newbie blog writers? I’d certainly appreciate it.

  5. Hi! Quick question that’s totally off topic. Do you know how to make your site mobile friendly? My weblog looks weird when browsing from my apple iphone. I’m trying to find a theme or plugin that might be able to resolve this problem. If you have any recommendations, please share. Thanks!

  6. Thank you for another excellent article. Where else could anyone get that kind of info in such an ideal way of writing? I have a presentation next week, and I’m on the look for such information.

  7. What’s Happening i’m new to this, I stumbled upon this I’ve found It absolutely useful and it has aided me out loads. I hope to contribute & assist other users like its helped me. Great job.

  8. An fascinating discussion is worth comment. I think that you should write more on this subject, it may not be a taboo topic however usually people are not enough to talk on such topics. To the next. Cheers

  9. I am curious to find out what blog platform you have been utilizing? I’m experiencing some small security problems with my latest website and I would like to find something more safe. Do you have any suggestions?