Rosululah Saw Melaknat “Sahabat ini” beserta Keturunannya

  • Whatsapp

Muslim Menjawab – Telah dibahas beberapa seri kajian seputar caci maki dan laknat. Sebagaimana yang telah dijelaskan, bahwa “Sabb” atau caci maki berbeda dengan laknat baik secara makna maupun hukumnya. “sabb” adalah perbuatan yang terlarang, sementara laknat adalah perbuatan yang boleh dilakukan namun tentunya sesuai tuntunan syariat.

Di antara perkataan dan wejangan Rasulullah Saw ialah melarang umat untuk mencaci dan memaki satu sama lain. Namun berbeda dengan laknat, hal ini adalah dibolehkan dan dilakukan Rosulullah Saw. Sebagai contoh, pelaknatan Beliau Saw terhadap al-Hakam bin al-Ash. Dalam kitab Al-Mu’jam al-Awsat -salah satu buku Hadis terkenal karya Imam Al-Tabarani- dijelaskan;

Bacaan Lainnya

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ قَالَ: نا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْعَسْقَلَانِيُّ قَالَ: نا مُعَاذُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ: نا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: نا صَالِحُ بْنُ أَبِي صَالِحٍ، أَنَّهُ سَمِعَ نَافِعَ بْنَ جُبَيْرٍ يُحَدِّثُ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: بَيْنَا أَنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْحِجْرِ إِذْ مَرَّ الْحَكَمُ بْنُ أَبِي الْعَاصِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَيْلٌ لِأُمَّتِي مِمَّا فِي صُلْبِ هَذَا

Jubair bin Muth’im berkata; Kala itu, aku berda di samping hajar aswad bersama Rasulullah Saw. Kemudian Al Hakam bin Abi al-‘Ash lewat dan Nabi Saw berkata, “Celaka bagi umatku yang mengikuti keturunan dan sulbi orang ini.”

Al-Mujam Al-Ausat, Juz 2, Hal. 144, Cet. Darul Haramain, Kairo

Berkenaan dengan hadis di atas. Hakim Neisyaburi dalam kitabnya berkata;

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عُقْبَةَ الشَّيْبَانِيُّ، ثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ الْمَرْوَزِيُّ الْحَافِظُ، ثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ الدِّرْهَمِيُّ، ثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ خَالِدٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ، قَالَ: لَمَّا بَايَعَ مُعَاوِيَةُ لِابْنِهِ يَزِيدَ، قَالَ مَرْوَانُ: سُنَّةُ أَبِي بَكْرٍ، وَعُمَرَ، فَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ: سُنَّةُ هِرَقْلَ، وَقَيْصَرَ، فَقَالَ: أَنْزَلَ اللَّهُ فِيكَ: {وَالَّذِي قَالَ لِوَالِدَيْهِ أُفٍّ لَكُمَا} [الأحقاف: 17] الْآيَةَ، قَالَ: فَبَلَغَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، فَقَالَتْ: كَذَبَ وَاللَّهِ مَا هُوَ بِهِ، وَلَكِنْ «رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ أَبَا مَرْوَانَ وَمَرْوَانُ فِي صُلْبِهِ» فَمَرْوَانُ قَصَصٌ مِنْ لَعْنَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَلَمْ يُخْرِجَاهُ

Tatkala Muawiyah mengambil baiat dari masyarakat untuk anaknya Yazid, Marwan berkata; Ini adalah sunahnya Abu Bakar dan Umar, Abdurahman bin Abu Bakar dalam jawabnya berkata; Sunnah Kaisar dan Herqal (Herkules), Marwan menjawab kembali, “Allah menurunkan ayat ini bagimu ( وَالَّذِى قَالَ لِوَلِدَيْهِ أُفٍّ لَّكُمَآ )  Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, “Ah.” أحقاف / 17 . Perkataan 2 orang ini sampai ke telinga Aisyah dan berkata, Marwan telah berbohong, Rosulullah melaknat ayahnya dalam keadaan (bahkan di saat) ia ada di sulbi orangtuanya.”

Al-Mustadrak ala As-Shahihain, Juz 4, Hal. 528, Cer. Darul Kurub Al-Alalamiah Beirut

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.