MUSLIMMENJAWAB.COM – Di antara banyaknya kaum Muslim yang meyakini adanya tahrif al-Quran di dalam mazhab Syiah, penulis menemukan pendapat salah satu ulama besar mereka yang tak berbanding lurus dengan apa yang mereka (kaum Muslim) yakini.
Iya, ulama itu mengatakan bahwa tidak ada tahrif di dalam mazhab Syiah. Bahkan, ia menegaskan, jika terjadi tahrif di dalam al-Quran Syiah, maka hal itu tidak dapat diterima di dalam mazhab Syiah (12 Imam). Ulama itu bernama Rahmatullah Al-hindi
Syekh Rahmatullah bin Khalil ar-Rahman al-Hindi adalah salah satu ulama kesohor Sunni. Ia lahir di India dan hijrah ke Makah. Menurut berbagai sumber yang penulis kumpulkan, ia merupakan keturunan dari Khalifah ketiga, Ustman bin Affan.
Ia dikelilingi pribadi intelektual di dalam keluarganya. Maka, tak heran bila ia sampai pada jenjang ulama yang dihormati dan disegani. Selain itu, ia dikenal sebabagi pribadi yang menyibukkan diri menjawab syubhat tentang Islam yang ditujukan kepada orang-orang Kristen.
Idzharul Haq adalah karya fenomenalnya menjawab isu-isu keislaman. Di dalam buku itu juga, ia mengemukakan bahwa tidak ada tahrif al-Quran di dalam mazhab Syiah, seperti redaksi di bawah ini.
فلأن القرآن المجید عند جمهور علماء الشیعة الإمامیة الاثنی عشریة محفوظ عن التغیر والتبدیل، ومن قال منهم بوقوع النقصان فیه فقوله مردود غیر مقبول عندهم.
“Karena, Al-Quran menurut pandangan ulama Syiah ( 12 Imam) terjaga dari perubahan dan pergantian. Barang siapa yang berkata dari mereka akan terjadinya pengurangan (tahrif) al-Quran, maka hal itu tidak dapat diterima di antara mereka (Syiah 12 Imam).” [1]
Semoga, dengan membaca pendapat Syekh Rahmatullah terkait dengan tidak-adanya tahrif al-Quran di dalam mazhab Syiah, sedikit-banyak menjadi penyejuk di antara kaum Muslimin untuk tetap bergandengan tangan dengan sesama Muslim, secara khusus, dan dengan sesama manusia secara umum.
[1] Idzharul Haq, Rahmatullah al-Hindi, hal. 113, penerbit: Darul Jail-Beirut.









