Sang Maha Guru dalam Alquran

  • Whatsapp
guru

MUSLIMMENJAWAB.COM – Ilmu merupakan modal yang sangat penting dalam kehidupan manusia yang tidak bisa diukur nilainya dengan harta apapun. Dalam hal ini Islam juga memberikan perhatian dan penekanan khusus terkait pentingnya ilmu serta keharusan menuntutnya.

Oleh sebab itu menimbang nilai dan manfaatnya yang tak terhingga maka dalam logika Islam tidak ada kata selesai dalam mencari ilmu.

Bacaan Lainnya

Dari sisi yang lain praktik belajar dan mengajar atau yang lebih dikenal “pendidikan” adalah salah satu proses dalam penyebaran dan perkembangan ilmu, dapat kita saksikan bahwa sebuah komunitas yang didalamnya terdapat banyak sekolah atau tempat-tempat dengan kegiatan seperti tadi, maka masyarakat yang tinggal disana secara otomatis akan mengalami perkembangan dan kemajuan dalam berbagai hal.

Pada hakikatnya adanya pendidikan serta literasi masyarakat merupakan salah satu indikator dari kemajuan. Sebaliknya masyarakat yang  tidak memiliki hal tersebut maka akan menjadi komunitas yang terbelakang bahkan lebih buruk dari itu, sarang dari keburukan. Imam Ali AS pernah berkata bahwa kebodohan merupakan akar atau sumber segala keburukan[1].

Guru atau pengajar adalah sosok dengan peran penting dalam terwujudnya proses pendidikan.

Allah SWT merupakan pengajar pertama manusia. Dalam Alquran kita mendapati banyak ayat yang menyebut Tuhan sebagai sosok muallim atau pengajar, seperti berikut: “Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama, semuanya..” (QS: Albaqarah: 31), “Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS: Alalaq: 5), “(Allah) Yang Maha Pengasih, Yang telah mengajarkan Al-Qur’an. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara.” (QS: Arrahman: 1-4).

Para Nabi dan Imam maksum AS juga merupakan para pengajar yang membawa ilmu Tuhan. Mereka ialah manusia-manusia didikan Tuhan yang datang ke tengah-tengah masyarakat dan mendidik mereka pada jamannya masing-masing. Hal ini juga diceritakan dalam banyak ayat Aquran, salah satunya yang berkaitan dengan tugas Nabi kita Muhammad SAW:

كَمَآ اَرْسَلْنَا فِيْكُمْ رَسُوْلًا مِّنْكُمْ يَتْلُوْا عَلَيْكُمْ اٰيٰتِنَا وَيُزَكِّيْكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَّا لَمْ تَكُوْنُوْا تَعْلَمُوْنَۗ

“Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah, serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.” (QS: Albaqarah: 151)

Merekalah sosok guru-guru sejati yang pernah ada dalam sejarah manusia, dimana seorang guru bukan hanya memberikan ilmu namun juga menjadi tauladan dalam hal tersebut.

Mereka memecahkan semua persoalan dan kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam semua bidangnya; sosial, budaya, ekonomi, dll. Dengan semua itu mereka membawa manusia menuju peradaban yang cemerlang.

Tugas pendidikan ini tidak akan berhenti selama masyarakat manusia masih ada, sebab setiap saat ilmu akan dibutuhkan, oleh sebab itu tugas mulia ini terus berlangsung kepada mereka para pengemban ilmu (ulama, akademisi, ilmuwan, guru.. dsb) dari generasi ke generasi.


[1] Ghurarul Hikam, hadis ke 1096.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.