Ibnu Taimiyah dalam Pandangan Abu Bakar Al-Hishni

MUSLIM MENJAWAB – Pada tulisan-tulisan sebelumnya kita telah paparkan tentang sejarah akar gerakan pemikiran kelompok Wahabi. Di mana jauh sebelum masa Muhammad bin Abdul Wahhab terdapat pribadi-pribadi yang memiliki pemikiran persis seperti kelompok Wahabi. Dan akar pemikiran yang paling dekat, serta menjadi sumber utama dalam gerakan pemikiran kelompok ini dinisbahkan pada Ibnu Taimiyah. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya oleh salah satu ulama, bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab hanya memperhatikan perkataan Ibnu Taymiyah atau muridnya Ibnul Qayyim.

Maka, di kesempatan kali ini, kita akan memaparkan perihal pandangan para ulama terhadap Ibnu Taimiyah. Ulama-ulama yang akan kita ajukan pandangannya tentunya merupakan ulama yang kredibel dan masyhur di zamannya. Salah satunya adalah Abu Bakar Al-Hishni Ad-Dimasyqi. Ulama yang wafat tahun 829 Hijriyah ini dijuluki sebagai Imam Besar dan Al-Hujjah. Dan dalam kitab Mu’jamul Muallifin milik Umar Ridho Kahhalih disebutkan bahwa Abu Bakar Al-Hishni adalah seorang faqih dan muhaddis.

Bacaan Lainnya

Abu Bakar bin Muhammad bin Abdul Mu’min bin Hariz Ibnu Ma’la Al-Hishni Ad-Dimasyqi As-Syafi’i yang dikenal dengan Al-HIshni (Taqiyuddin) adalah seorang Faqih dan Muhaddis…[1]

Dalam kitabnya Daf’u Syubh Man Syabbaha wa Tamarrad Abu Bakar Al-Hishni menjelaskan tentang Ibnu Taymiyah, beliau mengatakan:

Umat Muhammad ini selalu mengunjungi Rasulullah sepanjang zaman dari seluruh penjuru Dunia dari para tetua, ulama dan yang muda. Sampai di akhir zaman muncul seorang pembid’ah bagian dari zindiq Harran (Ibnu Taimiyah) yang menyesatkan manusia, membubui orang-orang dengan pikiran yang buruk, dan menghiasi mereka dengan kata-kata tipuan. Sama seperti yang dilakukan imamnya yaitu Syetan, yang membuat kata-kata buruk terlihat baik dan indah bagi orang-orang, dengan tipu muslihatnya, ia menyesatkan mereka dari jalan iman dan jalan yang lurus…[2]

Ungkapan diatas menjelaskan bahwa Abu Bakar Al-Hishni menyebut Ibnu Taimiyah sebagai seorang pembid’ah dan menyebut setan sebagai imamnya, karena apa yang dilakukan oleh Ibnu Taimiyah persis sama dengan apa yang dilakukan Syetan terhadap Bani Adam, yaitu menyesatkan mereka dengan kata-kata tipuan dan membungkusnya dengan sedemikian rupa sehingga terlihat indah.

Wallahu A’lam


[1] Kahhalih, Umar Ridho, Mu’jamul Muallifin, Jilid 3 Hal. 74 Cet. Daru Ihya At-Turats Al-Arabi – Beirut

[2] Al-Hishni, Abu Bakar bin Muhammad, Daf’u Syubh Man Syabbaha wa Tamarrad wa Nusiba dzalik ila As-Sayyidul Jalil Al-Imam Ahmad, Hal. 141 Cet. Al-Maktabah Al-Azhariyyah litturats

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar