Muslim Menjawab – Zionisme adalah gerakan politik nasionalis Yahudi internasional yang berkeinginan mendirikan negara Israel di wilayah Palestina, tetapi tidak semua orang yang beragama Yahudi atau suku Yahudi di dunia internasional adalah Zionis, bahkan banyak dari mereka pun menentang gerakan zionis tersebut seperti kelompok Yahudi Heredi adalah salah satu kelompok Yahudi yang paling getol melawan Zionisme.
Para pendukung Zionisme ini sering menggunakan kitab suci untuk melegalkan gerakan politik mereka mendirikan negara yang mengatasnamakan Israel di wilayah Palestina, salah satunya mereka menggunakan ayat Alquran, seperti ayat dari surat Al-Maidah berikut ini:
يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِيْ كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّ فِيْهَا قَوْمًا جَبَّارِيْنَۖ وَاِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَا حَتّٰى يَخْرُجُوْا مِنْهَاۚ فَاِنْ يَّخْرُجُوْا مِنْهَا فَاِنَّا دٰخِلُوْنَ قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِيْنَ يَخَافُوْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوْا عَلَيْهِمُ الْبَابَۚ فَاِذَا دَخَلْتُمُوْهُ فَاِنَّكُمْ غٰلِبُوْنَ ەۙ وَعَلَى اللّٰهِ فَتَوَكَّلُوْٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَآ اَبَدًا مَّا دَامُوْا فِيْهَا ۖفَاذْهَبْ اَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَآ اِنَّا هٰهُنَا قٰعِدُوْنَ قَالَ رَبِّ اِنِّيْ لَآ اَمْلِكُ اِلَّا نَفْسِيْ وَاَخِيْ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ قَالَ فَاِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً ۚيَتِيْهُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ ࣖ
21. Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi.
22. Mereka berkata, “Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk.”
23. Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang telah diberi nikmat oleh Allah, “Serbulah mereka melalui pintu gerbang (negeri) itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman.”
24. Mereka berkata, “Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja.”
25. Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.”
26. (Allah) berfirman, “(Jika demikian), maka (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka janganlah eng-kau (Musa) bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.”
Akan tetapi kita bisa melihat dalam ayat Al-Quran disana beberapa poin, diantaranya:
1. Dengan terusirnya mereka dari tanah yang diberkahi itu, bagaimana mungkin mereka bisa mengklaim hak atas tanah tersebut? Sementara, setelah terusir selama 40 tahun akan menyebabkan terputusnya nasab dari nenek moyang mereka, dan generasi selanjutnya yang sebagian banyak mengembara kebingungan di muka bumi.
2. Generasi Zionis sekarang bukanlah keturunan Bani Israil pada zaman itu, seperti yang mereka klaim. Mereka mengklaim demikian supaya kaum Nasrani menganggap mereka sebagai keturunan Ya’qub, dan membela mereka seperti yang tertulis dalam perjanjian lama. Akan tetapi kenyataannya, klaim mereka adalah dusta, sebab keturunan mereka tidaklah murni dari keturunan Ya’qub (Israel), mereka sendiri banyak mengakui bahwa banyak dari orang-orang Yahudi yang menikahi wanita non Yahudi, begitu juga kaum wanita dari mereka yang menikahi lelaki non Yahudi.
3. Surat Al-Maidah : 21 “Hai kaumku, masuklah ke tanah suci yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi” tidaklah menunjukkan bahwa tanah palestina untuk Bani Israel sekarang, sebab yang di maksud dari ayat tersebut adalah bagi mereka di zaman nabi Musa as yang salih yang telah menjalankan perintah-perintah Tuhannya. Seperti halnya keserasian dengan ayat dalam surat al-Anbiya:
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِى الزَّبُوْرِ مِنْۢ بَعْدِ الذِّكْرِ اَنَّ الْاَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصّٰلِحُوْنَ
Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh. (al-Anbila: 105).
Dan bisa kita lihat bahwa kedua ayat tersebut saling berkaitan dan menguatkan bahwa tanah Palestina di zaman Nabi Musa as diserahkan untuk kaumnya di zaman itu yang salih dan bertakwa dan telah menjalankan perintah-perintah TuhanNya, dan tidak diartikan kepada seluruh kaum Bani Israel sampai zaman sekarang, tetapi kepada sebagian mereka di zaman itu yang salih dan bertakwa saja.
4. Janji Allah Swt diatas bersyarat bukan secara mutlak, yakni mereka yang beriman dan beramal saleh, adapun orang-orang yang berbuat kerusakan, kekafiran maka tidak ada hak sedikitpun atas tanah tersebut seperti yang dilakukan oleh kaum Zionis sekarang yang telah banyak melakukan kemaksiatan, kesesatan, kekufuran dan kerusakan di muka bumi ini.
قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهِ اسْتَعِيْنُوْا بِاللّٰهِ وَاصْبِرُوْاۚ اِنَّ الْاَرْضَ لِلّٰهِ ۗيُوْرِثُهَا مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ
Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-A’raf: 128)
وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًاۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـًٔاۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (An-Nur: 55)
Oleh sebab itulah bisa kita simpulkan bahwa klaim mereka mengenai hak Zionis terhadap tanah Palestina dengan menggunakan Ayat Alquran dapat terbantahkan secara jelas, bahkan Ayat Alquran menunjukkan sebaliknya bahwa seluruh bumi termasuk Palestina dimiliki oleh orang-orang salih yang bertakwa dari kaum manapun itu, dan bukanlah bagi kaum Zionis yang selalu berbuat kerusakan di muka bumi.







