Pelaku Teror Terhadap Imam Ali AS Berijtihad?

  • Whatsapp

MUSLIMMENJAWAB.COM – Pada seri sebelumnya telah disebutkan bahwa aksi teror yang menimpa imam Ali AS dilakukan oleh seorang yang diakui sebagai sahabat Nabi SAWW.

Dan telah diutarakan juga bahwa sesuai dengan keyakinan Ahlussunnah seluruh sahabat merupakan sosok-sosok yang adil dan akan menghuni sorga.

Bacaan Lainnya

Berangkat dari dua keyakinan di atas, tulisan ini akan memaparkan sikap yang diambil oleh sebagian ulama Ahlussunnah dalam menanggapi aksi teror yang dilakukan oleh Ibn Muljam tersebut.

Mengamini aksi Ibn Muljam, Ibn hazm , di dalam kitabnya al-Muhalla berusaha membenarkan tindakan teror tersebut dengan mengedepankan konsep ijtihad:

“Seluruh ummat sepakat bahwa Abdurrahman bin Muljam tidak membunuh Ali RA kecuali dengan penafsiran dan ijtihad yang ia anggap benar. Dan Imran bin Haththan seorang penyair Shafriah berkata tentang hal tersebut:

Luar biasa tebasan yang dilakukan oleh seorang yang bertakwa itu, di mana ia tidak memiliki tujuan selain keridaan tuhan. Ketika aku mengingatnya, aku menempatknnya sebagai orang yang paling penuh timbanganya.[1]

Senada dengan pendapat di atas Ibn taimiah juga berusaha menjustifikasi tindakan teror Ibn Muljam dengan mengatakan:

“pelaku pembunuhan Ali adalah orang yang melaksanakan shalat, puasa dan pembaca al-Quran. Ia membunuh Ali dengan keyakinan bahwa Allah dan RasulNya menyukai pembunuhan itu. Ia melakukannya karena cinta kepada Allah dan RasulNya -dalam sangkaannya-. Sekalipun ia tersesat dan melakukan bidah dalam hal tersebut.[2]

Di tempat lainnya, masih dalam kitab yang sama namun dalam jlid yang berbeda ia menuliskan:

“… oleh karena itu salah seorang dari mereka membunuhnya. Dan ia dalah Abdurrahman bin Muljam al-Muradi, padahal ia adalah orang yang paling ahli ibadah dan termasuk ilmuan.[3]

Dengan alasan yang telah dipaparkan mereka berusaha membersihkan nama Ibn Muljam sehingga tidak keluar dari lingkaran konsep keadilan sahabat. Namun mereka lupa bahwa apa yang mereka namakan sebagai ijtihad di atas adalah ijtihad dalam melawan nash. Itupun jika Ibn Muljam layak dianggap sebagai seorang mujtahid.

Karena banyak sekali riwayat yang mengatakan bahwa pembunuh imam Ali AS adalah Orang paling celaka. salah satunya seperti riwayat di bawah ini:

“Tabrani dan Abu Ya’la meriwayatkan dengan sanad yang seluruh rijalnya tsiqah (terpercaya), kecuali satu orang dan itupun telah mendapat pen-tsiqahan, bahwasanya pada suatu hari Rasulullah SAWW bertanya padanya (Ali AS): siapakah orang yang paling celaka dari umat terdahulu? Ia menjawab: orang yang telah mengganggu onta (onta nabi Shaleh) wahai Rasulallah. Beliau berkata: Engkau benar. Beliau bertanaya: siapakah orang yang paling celaka dari umat yang terakhir? Ia menjawab: wahai Rasulullah! aku tidak tahu. Beliau bersabda: (yang menebasmu di sini) dan Rasulullah menunjuk kearah keningnya.[4]

Penilaian terhadap urain di atas, diserahkan kepada para pembaca.


[1] Ibn Hazm al-Andalusi, Ali bin Ahmad, al-Muhalla, jil: 10, hal: 484,   cet: Idarah, al-Thibah al-Muniriah, Mesir.

[2] Ibn Taimiah, Taqiuddin Ahmad bin Abdul Halim, Minhaj al-Sunnah, jil: 7, hal: 153.

[3] Ibn Taimiah, Taqiuddin Ahmad bin Abdul Halim, Minhaj al-Sunnah, jil: 5, hal: 47.

[4] Ibn Hajar al-Haitsami, Ahmad bin Muhammad, al-Shawaiq al-Muhriqah, jil: 1, hal: 362, cet: Dar al-Wathan, Riyadh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.