Shalawat Bukti Ahlulbait Nabi SAWW Lebih Utama dari Para Sahabat

Muslimmenjawab.com – sebagaimana diketahui Syiah memiliki keyakinan bahwa keluarga nabi Muhammad SAWW lebih utama dari seluruh sahabat beliau. Hal ini telah dikaji dalam beberapa seri sebelumnya dan telah dipaparkan beberapa argumentasi seputar itu.

Pada seri kali ini akan dipaparkan dalil lainnya yang dapat membuktikan bahwa keluarga Nabi SAWW lebih utama dari sahabat Nabi yang lain. Dalil kali ini adalah riwayat tentang shalawat.  

Read More

Di dalam beberapa riwayat yang shahih dan akurat seperti Shahih Bukhari[1], Shahih Muslim[2] dan Sunan Nasai[3] disebutkan tentang cara bershalawat kepada Nabi SWW. di mana dalam riwayat tersebut ternyata disebutkan bahwa cara bershalawat yang benar adalah menyertakan ahlulbait di dalamnya.

“aku sedang duduk di samping Nabi SAWW ketika seorang laki-laki datang lalu berkata: sungguh kami telah tau bagimana cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagai mana kami bershalawat kepada mu? Nabi bersabda: katakanlah: ya Allah sampaikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagai mana engkau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi agung. Dan berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagimana engkau memberkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha agung.

Dari beberapa riwayat ini dapat dipahami bahwa keluarga Nabi SAWW memiliki kedudukan yang sangat agung karena Shalawat yang merupakan amalan yang sangat agung diperuntukkan bagi Rasulullah SAWW dan ahlulbaitnya AS.

Di dalam literatur lainnya malah dilarang untuk menggunakan Shalawat buntung (hanya bershalawat kepada Nabi SAWW dan tidak menyertakan keluarga beliau)

Ibnu Hajar meriwayatkan di dalam kitabnya : “janganlah kalian mengirimkan shalawat buntung kepada ku. Mereka berkata: apa itu shalawat buntung? Ia berkata: kalian berkata ya Allah kirimkanlah shalawat kepada Muhammad lalu kalian berhenti. Tapi ucapkanlah: ya Allah kirimkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.”[4]

Lebih tegas lagi imam Syafii mengatakan bahwa orang yang tidak bershalawat kepada keluarga Nabi SAWW di dalam shalatnya maka shalatnya tidak diterima.

Wahai ahlulbait Rasulullah kecintaan terhadap kalian adalah kewajiban yang diturunkan Allah dalam al-Quran. Cukuplah untuk (mengetahui) keagungan kedudukan kalian bahwa orang yang tidak membaca shalawat atas kalian maka shalatnya tidak sah.[5]

Dari semua penjelasan di atas dapat dipahami bahwa ahlulbait Nabi SAWW di mana di dalam bershalawat harus menyertakan mereka, bahkan menyertakan shalawat kepada mereka di dalam shalat menjadi syarat sahnya shalat, lebih mulia dari sahabat lainnya. Karena para sahabat luput dari keagungan sepeti ini.  


[1] Bukhari, Muhammad bin Ismail, al-Jami al-Shahih, jil: 3, hal: 280, cet: al-Maktabah al-Salafiah, Qaira.

[2] Muslim, AbilHusain, Muslim bin Hajjaj, Shahih Muslim, jil: 1, hal: 305, cet: Dar Kutub al-Ilmiah, Beirut.

[3] Nasai, Sunan Nasai, jil: 3, hal: 48, cet: Maktab al-Mathbuat al-Islamiah, Halab.

[4] Ibn Hajar al-Haitsami, Ahmad bin Muhammad bin Muhammad, bin Ali, al-Shawaiq al-Muhriqah, jil: 1, hal: 430, cet: Dar al-Wathan, Riyadh.

[5] Ibn Hajar al-Haitsami, Ahmad bin Muhammad bin Muhammad, bin Ali, al-Shawaiq al-Muhriqah, hal: 206, cet: Maktabah al-Haqiqah, Turki.

Related posts

Leave a Reply