Para Imam Syiah Diangkat Berdasarkan Nash (Bag. 4)

MUSLIMMENJAWAB.COM – Di dalam beberapa seri tulisan Shiaologi sebelumnya , kita telah membahas tentang penentuan Sayydina Ali bin Abi Thalib KW. Sebagai pengganti dari Nabi Saw. secara nash oleh Nabi Saw. Hal itu bisa kita ketahui melalui peristiwa sejarah dan jejak hadis yang cukup masyhur, baik di dalam kitab-kitab Sunni maupun Syiah.

Di antara hadis yang menyinggung tentang kepemimpinan Sayyidina Ali bin Thalib KW. Itu adalah hadis manzilat. Hadis tersebut telah banyak tertulis di buku-buku Sunni dan Syiah yang menjelaskan tentang kedudukan Sayyidina Ali KW. di sisi Nabi Muhammad layaknya kedudukan Harun di sisi Nabi Musa.

Meski hadis tersebut terdapat di dalam literatur Syiah dan Sunni, di sini penulis hanya akan menghadirkan hadis itu dari literatur Sunni. Salah satu kitab yang penulis rujuk adalah Al-Manaqib karya seorang ulama Sunni bermazhab Hanafi, yang bernama al-Mufiq bin Muhammad Abul Muyad al-Maki atau yang lebih dikenal dengan sebutan Khatib Khowarizm.

Al-manaqib adalah sebuah kitab yang berisi tentang keutamaan Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Salah satu keutaamaan yang tertuang di dalamnya adalah tentang hadis manzilat, seperti yang penulis singgung di mukaddimah tulisan ini.

Telah datang kepadaku kabar gembira dari Abul A’la tentang perihal ini, telah mengabarkan kepada kami Hasan bin Ahmad Muqri; telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Abdullah bin Hafiz; telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Ja’far As-Syaibani; telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Jurair; telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Yahya ar-Razi; telah mengabarkan kepada kami Abu Dzahir bin Yahya al-Muqri; telah mengabarkan kepada kami Al-Ams dari Abayah, dari Ibn Abbas, bahwa ia berkata, “Nabi Saw. berkata, ‘Inilah Ali bin Abi Thalib, dagingnya adalah dagingku, darahnya adalah darhku, dan dia dariku sebagaimana kedudukan Harun di sisi Musa, hanya saja tidak ada nabi setelahku.'” dan Rasulullah kembali berkata, “Wahai Ummu Salamah bersaksilah dan dengarkanlah, inilah Ali, pemimpin orang-orang Mukmin, dan tuan kaum Muslimin [1]

Dengan membaca riwayat di atas, maka itu adalah bukti kalau Sayyidina Ali KW. adalah orang yang paling dekat dengan nabi. Maka, tak heran bila banyak riwayat atau hadis yang menegaskan bahwa Nabi menyerahkan tampuk kepemimpinann kepada menantunya itu di dalam peristiwa Gadir Khum, seperti yang sudah disinggung di dalam tulisan sebelumnya.


[1] Al-Manaqib, Muwaffiq bin Ahmad bin Muhammad al-Maki al-Khowarizmi, hal. 142.

Related posts

Leave a Reply