Nabi saw Gunakan Istilah “Syiah” Untuk Pengikut Ali bin Abi Thalib Ra

MUSLIMMENJAWAB.COM – Madzhab Sunni pertama dari empat mazhab adalah Mazhab Hanafi. Yakni mereka yang mengikuti Abu Hanifa Nu’man bin Thabit, lahir pada tahun 80 H dan wafat pada tahun 150 H. Beliau merupakan murid Ja’far as-Sadiq Ra dan selanjutnya diikuti mazhab kedua yakni Mazhab Maliki yang berasal dari Malik bin Anas, kemudian mazhab ketiga Mazhab Syafi’i, yang dikaitkan dengan Muhammad bin Idris as-Syafi’i, dan Keempat adalah mazhab Hanbali yang dinisbatkan kepada Ahmad bin Hanbal. Dari sana dapat disimpulkan bahwa pendiri mazhab Sunni pertama adalah sekitar satu setengah abad dari zaman Nabi Saw.

Adapun mazhab Syiah, dimana kata “Syiah” secara bahasa bermakna pengikut, penolong ataupun bermakna suatu kaum yang bersatu/bersepakat seperti yang katakan Ibn Mandzur dalam Lisan Arab:

Read More

الشِّيعةُ: أَتباع الرجل و أَنْصارُه… الشِّيعةُ: قوم يَرَوْنَ رأْيَ غيرهم. و تَشايَعَ‏ القومُ‏: صاروا شِيَعاً

“Syiah adalah orang yang mengikuti seseorang dan menjadi penolongnya, syi’ah adalah suatu kaum yang melihat (mengikuti) pendapat selain mereka, suatu kaum bersepakat/bersatu : maka menjadi sebuah kelompok/golongan.” (Ibn Mandzur, Lisanularab: 8/188, Dar as-Shadir – Beirut, Cetakan ke-3, 1414 H).

Dan secara istilah, Nabi Saw menggunakan kata tersebut untuk suatu kelompok atau golongan yang mengikuti Ali bin Abi Thalib ra.

Jalaluddin As-Suyuthi di dalam kitab tafsirnya Ad-Durul mantsur mengutip sebuah hadis:

وأخرج ابن عساكر عن جابر بن عبد الله قال كنا عند النبي (صلى الله عليه وسلم) فأقبل عليّ فقال النبي (صلى الله عليه وسلم): (والذي نفسي بيده ان هذا وشيعته لهم الفائزون يوم القيامة ونزلت )) إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُم خَيرُ البَرِيَّةِ(( فكان أصحاب النبي (صلى الله عليه وسلم) إذا أقبل عليّ قالوا جاء خير البرية.

“Ibn Asakir mengeluarkan sebuah hadis dari Jabir bin Abdullah al-Anshari, berkata: Kami Bersama Nabi saw, (kemudian) Ali datang, lalu Rasulullah saw bersabda: Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, bahwa orang ini (Ali) dan syiahnya adalah para pemenang di hari kiamat, dan turun ayat:  {Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk}, maka para sahabat Nabi saww ketika Ali datang, mereka berkata telah datang sebaik-baiknya makhluk”.(Jalaluddin As-Suyuthi, Ad-Dur al-Mantsur:15/577, Dar al-Fikr).

Dalam halaman yang sama dari Ibn Marduwaih dari Ibn Abbas  berkata: Ketika turun ayat {Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk},

قال رسول الله ( صلى الله عليه و سلم) لعلي: ” هم أنت و شيعتك يوم القيامة راضين مرضيين

Rasulullah Saw bersabda kepada Ali Ra: “Mereka (yang dimaksud ayat tersebut) adalah engkau dan syiahmu di hari kiamat dalam keadaan rido dan diridhai.”

As-Syaukani di dalam Fath al-Qadir menyebutkan hal yang serupa.

Dan masih banyak lagi hal serupa dari berbagai sumber rujukan Ahlussunnah, yang mana dapat disimpulkan bahwa Syiah sebagai sebuah kelompok atau golongan yang mengikuti Ali bin Abi Thalib Ra sudah dikenalkan oleh Nabi Saw sendiri, dan ini menjadi ciri khas bagi Syiah Ali, dimana istilah “Syiah” dikenal sebagai suatu kelompok, golongan atau mazhab di dalam Islam yang sudah ada sejak zaman Nabi Saw.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

  1. Salam..ustadz..
    Minta d bahas jg keutamaan Ahlul Bayt dr kitab” Klasik ustadz