Mendakwahkan Ajarannya, Muhammad bin Abdul Wahhab Diusir dari Bashrah

MUSLIM MENJAWAB – Di beberapa tulisan sebelumnya telah dijelaskan tentang sejarah pemikiran kelompok Wahabi dimana terdapat beberapa tokoh sebelum Muhammad bin Abdul Wahhab yang memiliki pandangan atau pemikiran yang persis dengan pemikiran kelompok ini. Dan Ibnu Taymiyah menjadi tokoh utama yang sangat dekat dengan kelompok ini, sehingga pemikiran ulama ini menjadi sumber utama dalam pemikiran kelompok yang digagas oleh Muhammad bin Abdul Wahhab ini.

Beberapa komentar serta pandangan dari para ulama Ahlussunnah terkait Ibnu Taimiyah kurang lebihnya telah kita suguhkan. Dimana banyak komentar negatif yang diutarakan oleh mereka terhadap ulama yang dijuluki oleh pengikutnya sebagai Syaikhul Islam ini. Pandangan-pandangan negatif tersebut menandakan akan tidak diterimanya ulama tersebut oleh para pembesar Ahlussunnah.

Bacaan Lainnya

Kali ini, penulis ingin mengulas sedikit sejarah awal mulanya Muhammad bin Abdul Wahhab dalam mendakwahkan ajarannya. Sama seperti Ibnu Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahhab dalam dakwahnya sangat di tentang atau ditolak oleh para pembesar maupun para ulama.

Tercatat dalam sebuah kitab bernama Tarikh Al-Arabiyah as-Saudiyah karya Alexei Vasiliev, Muhammad bin Abdul Wahhab mencoba mengumpulkan orang-orang di Bashrah, termasuk para pemimpin atau pembesarnya, dan mendakwahkan ajarannya. Namun mereka menolak dan mengusirnya dari Bashrah.

Ketika Ibn Abdul Wahhab di Bashrah ia menyeru untuk kembali pada ushul tauhid yang hakiki dalam Islam. Ia mengumpulkan orang-orang di Bashrah termasuk para pemimpinnya dan selainnya, sehingga merekapun menyakitinya dengan sangat keras, dan mengusirnya dari sana. Dan di perjalanan dari Bashrah ke Zubair ia hampir mati karena kehausan, sampai ada satu orang yang tinggal di Zubair yang menolongnya.[1]

Dari catatan di atas kita bisa melihat bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab ketika di Bashrah  mencoba untuk mendakwahkan ajarannya. Dibungkus dengan kembali pada tauhid yang hakiki ia mempromosikan ajarannya tersebut dikalangan orang-orang dan para pemimpin di Bashrah. Namun yang terjadi mereka menolaknya sampai mengusirnya dari Bashrah.

Ini menandakan bahwa ajaran yang dibawa oleh penggagas kelompok Wahabi ini telah tertolak sejak dulu. Dan cukuplah komentar serta pandangan dari para ulama terhadapnya seperti dalam pembahasan-pembahasan sebelumnya menjadi bukti serta kewaspadaan kaum muslim pada kelompok ini.

Wallahu A’lam


[1] Alexei Vasiliev, Tarikh Al-Arabiyah As-Saudiyah Hal. 88 Cet. Syarakatul Mathbuat li At-Tauzi’ wa An-Nasyr – Beirut

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar