Hadis Nabi Saw dan Fakta Kelompok Wahabi yang Jumud Sedari Dulu

MUSLIMMENJAWAB.COM – Di dalam tulisan sebelumnya, sedikit banyak kita telah mengulas siapa itu kaum Wahabi, juga perbedaan antara Wahabi dan Salafi. Lebih dari itu, kami juga mengulas seputar hadis Nabi yang memiliki relasi dengan ciri-ciri kaum Wahabi.

Salah satu ciri-ciri yang menandakan kelompok Wahabi, seperti yang telah diulas di dalam tulisan sebelumnya, adalah tentang kepala mereka yang gundul (baca: plontos), yang tak tersisia sehelai rambut pun.

Bacaan Lainnya

Kali ini, penulis hendak membawakan riwayat lain dari Nabi tentang ciri-ciri kaum Wahabi. Seperti yang kita tahu, kaum Wahabi adalah penganut Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab, yang memulai kiprahnya menyebarkan pemikiran Wahabi di Najd, Saudi Arabia.

Hadis berikut punya kaitan dengan Najd, sebuah tempat di mana pemikiran Wahabi disebarkan untuk kali pertama.

  اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَأْمِنَااللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَفِي نَجْدِنَا قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَأْمِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَفِي نَجْدِنَا فَأَظُنُّهُ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ».

Dririwayatkan dari Ali bin Abdullah, Rasulullah berkata, “Ya Allah berkahilah kami (yang) berada di Syam (Suriah), Ya Allah berkahilah kami yang di Yaman. Mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah, (berkahi juga kami) yang di Najd.’ Rasul berkata, ‘Ya Allah berkahi kami yang ada di Syam, berkahi kami yang ada di Yaman. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, (berkahi juga) kami yang di Najd. Aku menyangkanya, dan Rasul berkata, ‘Yang tempat ketiga (Najd) di sana terdapat malapetaka (baca: bahaya), fitnah-fitnah dan juga akan muncul tanduk setan di sana (Najd).’” [1]

Sebagai penegasan dari hadis Nabi di atas, Zaini Dahlan, seorang ulama besar, ahli sejarah, ahli hukum fikih asal Makkah yang bermazhab Syafi’i, menuliskan di dalam kitabnya yang berjudul Fitnatu al-Wahabiyah tentang kebobrokan kelompok Wahabi, sebagai berikut.

«… و کانت فتنتهم من المصائب التی اصیب بها اهل الاسلام فانهم سفکوا کثیرا  من الدماء،و انتهبوا کثیرا من الاموال، و عم ضررهم، و تطایر شررهم، فلا حول و لا قوه الا بالله، و کثیر من الاحادیث النبی صلی الله علیه و سلم فیها التصریح بهذه الفتنة».

“Kala itu fitnah-fitnah mereka (kaum Wahabi) merupakan musibah-musibah yang menimpa umat Islam. Mereka (kaum Wahabi) telah menumpahkan banyak darah; merampas banyak harta. Bahaya dan kejahatan mereka telah tersebar secara merata. Wala haula wala quwwata illa billah. Dan banyak dari hadis-hadis Nabi tentang fitnah-fitnah orang-orang Wahabi.”[2]

Masih di dalam kitab yang sama, Zaini Dahlan juga mengatakan terkait kelompok Wahabi dengan menceritakan kisah berikut.

ويمنعون من الصلاة عليه صلى الله عليه وسلّم على المنابر بعد الأذان حتى أن رجلا صالحاً كان أعمى، وكان مؤذنا وصلى على النبي صلى الله عليه وسلّم بعد الأذان بعد أن كان المنع منهم، فأتوا به إلى ابن عبدالوهاب فأمر به أن يقتل فقتل.

“Mereka (kelompok Wahabi) melarang berselawat kepada Nabi Saw. di atas mimbar-mimbar setelah dikumandangkannya adzan. Ketika itu, ada seorang lelaki saleh yang buta, ia menjadi muadzin dan berselawat kepada Nabi Saw. selepas adzan, setelah mendapatkan larangan dari kelompok Wahabi. Lalu, mereka membawa lelaki itu di hadapan Muhammad bin Abdul Wahhab, kemudian ia memerintahkan mereka untuk membunuhnya, lalu ia terbunuh.”[3]

Jelas, penuturan Zaini Dahlan sangat sesuai dengan hadis Nabi di atas, tentang kelompok Wahabi yang ternyata sedari dulu memang memiliki kesan keras dan jumud. Wallahu a’lam bi al-Ashawab.


[1] Sahih Bukhari, Kitabul Fitan, Babu Qauli an-Nabi Saw,  jil. 7, hal. 92,

[2] As-Sayyid Ahmad Zaini ad-Dhlan, Fitnah al-Wahabi, hal. 19, penerbit Fatih Istanbul-Turki 1978

[3] Ibid, hal. 20

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.