Muhyiddin Ibnul Arabi dan Muhammad bin Yusuf Al-Ganji As-Syafi’i Isyaratkan Imam Mahdi Telah Lahir

MUSLIM MENJAWAB – Seperti yang pernah disebutkan sebelumnya, terdapat beberapa dari ulama Ahlussunnah yang menyatakan dan meyakini bahwa sang Juru Selamat telah lahir. Bahkan diantara mereka ada yang mencatat tanggal-tanggal kelahirannya.

Melanjutkan bahasan perihal tersebut, kali ini kita akan ajukan lagi dua ulama lainnya dari kalangan Ahlussunnah yang menyebutkan hal senada. Mereka ialah Muhyiddin Ibnul Arabi dan Muhammad bin Yusuf al-Ganji as-Syafi’i.

Read More

Muhyiddin Ibnul Arabi merupakan seorang ulama dari kalangan Ahlussunnah. Pernyataan beliau yang menunjukkan atas telah lahirnya Imam Mahdi al-Muntazar As dinukil oleh Syekh Abdul Wahhab as-Sya’roni al-Hanafi dalam kitabnya Al-Yawaqit wal Jawahir. Dalam kitab tersebut beliau menuliskan:

Dan Syekh Muhyiddin pada bab ke 366 dalam kitab al-Futuhat mengatakan: ketahuilah bahwasannya sebuah keniscayaan dari munculnya Al-Mahdi As. Namun ia tidak akan muncul sampai dunia ini dipenuhi oleh kejahatan dan kezaliman, maka ia akan memenuhinya dengan keadilan, meskipun dunia ini hanya berumur satu hari, Allah Swt akan panjangkan sampai datangnya Khalifah tersebut. Dia termasuk Itrat Rasulullah Saw, dari keturunan Fathimah Ra, kakeknya Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib, ayahnya Hasan al-Askari bin Imam Ali an-Naqi bin Muhammad at-Taqi bin Imam Ali ar-Ridho bin Imam Musa al-Kazim bin Imam Ja’far as-Shadiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Imam Zainal Abidin Ali bin Imam Husain bin Imam Ali bin Abi Thalib Ra, Namanya sesuai seperti nama Rasulullah Saw.[1]

Berikutnya ada Muhammad bin Yusuf Al-Ganji As-Syafi’i. Beliau merupakan ulama kenamaan dari Mazhab Syafi’i yang mencatat dan mengisyaratkan perihal telah lahirnya Imam Mahdi As. Dalam kitabnya Kifayah at-Thalib beliau menuliskan dan menjelaskan tentang Imam Hasan al-Askari, dan di situ disebutkan bahwa pengganti dari imam Hasan al-Askari ialah putranya Imam al-Muntazar As.

Aba Muhammad al-Hasan (Askari) putra al-Hadi As, dia merupakan Imam setelahnya (al-Hadi), dia lahir di Madinah pada bulan Rabiul Akhir tahun 232, dan dia meninggal pada hari Jumat tanggal delapan bulan Rabiul Awwal tahun 260 di usia 28 tahun, dan dia dikuburkan di rumahnya secara rahasia, yaitu rumah yang sama dimana ayahnya dikuburkan. Dan penggantinya ialah putranya al-Imam al-Muntazar As.[2]

Catatan di atas menunjukkan bahwa kedua ulama tersebut telah mengisyaratkan perihal sudah lahirnya sang Juru Selamat. Dan keduanya juga menjelaskan bahwa ayah dari Imam Mahdi al-Muntazar ialah Imam Hasan al-Askari As.

Wallahu A’lam


[1] Abdul Wahhab as-Sya’roni al-Hanafi, Al-Yawaqit wal Jawahir fi Bayani ‘Aqoidil Akabir Juz 1 Hal. 562 Cet. Dar Ihya at-Turats al-Arabi – Beirut

[2] Abu Abdillah, Muhammad bin Yusuf al-Ganji as-Syafi’i, Kifayah at-Thalib fi Manaqib Ali bin Abi Thalib Hal. 458

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments