Kisaniyah, Aliran Pertama Syiah dan Sikap Muhammad bin Hanafiah

  • Whatsapp

Muslim Menjawab – Kisaniyah merupakan firqah atau aliran pertama dalam mazhab Syiah. Mereka merupakan pengikut Mukhtar bin Abi Ubaidah Ats-Saqafi. Salah satu dalil kelompok ini dinamakan Kisaniyah karena Mukhtar Ats-Saqafi memiliki julikan/laqab Kisan yang bermakna cerdas. Mukhtar adalah tabi’in dari penduduk Thaif yang masyhur dengan kebangkitannya demi membalas dendam darah Imam Husain as. Sebagian besar ulama memandang terbentuknya mazhab Kisaniyah terjadi setelah terbununya Mukhtar dan meninggalnya Muhammad bin Hanafiah ra.

Kelompok ini meyakini bahwa Muhammad bin Hanafiah ra adalah Imam. Kebanyakan mereka meyakini bahwa Muhammad bin Hanafiah ra merupakan imam setelah Imam Hasan dan Imam Husain as. Sebagian lagi mengatakan bahwa Muhammad bin Hanafiah adalah imam setelah Imam Ali bin Abi Thalib as.

Kesaksian Muhammad bin Hanafiah atas Keimamahan Ali Zainal Abidin

Selepas kesyahidan Imam Husain as, sebagian orang Syiah meyakini bahwa Muhammad bin Hanafiah adalah Imam. Namun pada suatu kesempatan, Imam Ali Zainal Abidin beradu saksi dengan Muhammad bin Hanafiah ra di depan Hajar Aswad mengenai keimamahan yang sebenarnya. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa ini adalah politik dari Muhammad bin Hanafiah ra untuk menyadarkan orang-orang yang berakidahkan Kisaniyah. Dalam kitab Ilamul Wara bi Alamil Huda Hal. 262-263 Syeikh Tabarsi:

وَ هُمَا يَوْمَئِذٍ بِمَكَّةَ فَانْطَلَقَا حَتَّى أَتَيَا اَلْحَجَرَ اَلْأَسْوَدَ فَقَالَ عَلِيُّ بْنُ اَلْحُسَيْنِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ لِمُحَمَّدٍ اِبْتَدِئْ فَابْتَهِلْ إِلَى اَللَّهِ وَ اِسْأَلْهُ أَنْ يُنْطِقَ لَكَ اَلْحَجَرَ ثُمَّ سَلْهُ فَابْتَهَلَ مُحَمَّدٌ فِي اَلدُّعَاءِ وَ سَأَلَ اَللَّهَ ثُمَّ دَعَا اَلْحَجَرَ فَلَمْ يُجِبْهُ فَقَالَ عَلِيُّ بْنُ اَلْحُسَيْنِ عَلَيْهِمَا السَّلاَمُ أَمَا إِنَّكَ يَا عَمِّ لَوْ كُنْتَ وَصِيّاً وَ إِمَاماً لَأَجَابَكَ فَقَالَ لَهُ مُحَمَّدٌ فَادْعُ أَنْتَ يَا اِبْنَ أَخِي – فَدَعَا اَللَّهَ عَلِيُّ بْنُ اَلْحُسَيْنِ عَلَيْهِمَا السَّلاَمُ بِمَا أَرَادَ ثُمَّ قَالَ أَسْأَلُكَ بِالَّذِي جَعَلَ فِيكَ مِيثَاقَ اَلْأَنْبِيَاءِ وَ مِيثَاقَ اَلْأَوْصِيَاءِ وَ مِيثَاقَ اَلنَّاسِ أَجْمَعِينَ لَمَّا أَخْبَرْتَنَا بِلِسٰانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ مَنِ اَلْوَصِيُّ وَ اَلْإِمَامُ بَعْدَ اَلْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ فَتَحَرَّكَ اَلْحَجَرُ حَتَّى كَادَ أَنْ يَزُولَ عَنْ مَوْضِعِهِ ثُمَّ أَنْطَقَهُ اَللَّهُ بِلِسٰانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ فَقَالَ اَللَّهُمَّ إِنَّ اَلْوَصِيَّةَ وَ اَلْإِمَامَةَ بَعْدَ اَلْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ إِلَى عَلِيِّ بْنِ اَلْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ وَ اِبْنِ فَاطِمَةَ بِنْتِ رَسُولِ اَللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ فَانْصَرَفَ مُحَمَّدٌ وَ هُوَ يَتَوَلَّى عَلِيَّ بْنَ اَلْحُسَيْنِ عَلَيْهِمَا السَّلاَمُ .

وقال الصادق (ع): كان أبو خالد يقول بإمامة محمّد ابن الحنفية فقدم من كابل شاه إلى المدينة فسمع محمّداً يخاطب عليّ بن الحسين (ع) فيقول: يا سيّدي‏، فقال له: أتخاطب ابن أخيك بما لا يخاطبك مثله؟! فقال: إنّه حاكمني إلى الحجر الأسود فصرت إليه فسمعت الحجر يقول: سلّم الأمر إلى ابن أخيك فإنّه أحقّ به منك، وصار أبو خالد الكابلي‏ إماميّاً.

Suatu hari Ali bin Husain dan Muhammad bin Hanafiah as berada di Makkah. Imam Ali bin Husain berkata kepada pamannya Muhammad bin Hanafiah; Mulailah dan panggilah Allah Swt sehingga Hajar Aswad dapat berkata dan bersaksi atas keimamahanmu. Muhammad bin Hanafiah berdoa namun tidak terdengar jawaban. Imam Ali Zainal Abidin; jika engkau adalah imam harusnya batu ini dapat menjawab. Bin Hanafiah, Hai anak dari saudaraku, berdoalah, kemudian Imam berdoa dan berkata; aku bertanya kepadamu hai Hajar Aswad yang Allah Swt menjadikanmu jaminan para nabi dan washi serta manusia seluruhnya, siapakah imam setelah Imam Husain bin Ali? Kemudian batu itu bergerak seakan akan jatuh, kemudian Allah Swt memberikan kemampuan berbicara dan berkata; Tuhanku, washi dan imam setelah Husain bin Ali adalah Ali bin Husain as. Muhammad bin Hanafiah kembali dan menyatakan wilayah Imam Ali Zainal Abidin as.

Syeikh Tabarsi meriwayatkan dari Imam Jafar Shadiq as; Abu Khalid Al-Kabili meyakini akan keimamahan Muhammad bin Hanafiah. Dadang Kabil Syah ke Madinah dan mendengar Muhammad dengan Ali bin Husain sedang berbincang dan ia mengatakan “Duhai Sayyidi” kepada Imam Ali Zainal Abidin as. Kabili bertanya kepada Muhammad bin Hanafiah; anda memanggil Ali bin Husain dengan “Ya Sayyidi” padahal ia tidak memanggilmu seperti itu. Muhammad bin Hanafiah berkata; Ia mengadiliku di samping Hajar al-Aswad dan aku mendengar hajar Aswad berkata; Letakanlah imamah/kepemimpinan pada anak saudaramu, ia lebih layak darimu. Setelah mendengar itu, Al-Kabili kembali ke akidah Imamiyah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.