Ibn Hammad Al-Marwazi: Aku Sering Mendengar Riwayat Tanpa Penggalan “Nama Ayahnya Sama Dengan Nama Ayahku”

MUSLIMMENJAWAB.COM – Sudah ada beberapa tulisan yang menjawab tentang syubhat yang dilontarkan oleh Ibn Taimiah seputar tuduhan pemotongan hadits yang dilakukan oleh pengikut mazhab Syiah.

Dalam berbagai tulisan tersebut telah disampaikan juga nama beberapa tokoh seperti: Jalaluddin Suyuti, Ibn Katsir, al-Thabarani, al-Wasiti, al-Tirmizi dan Ahmad bin Hanbal, yang kemudian mencatatkan hadits tanpa penggalan “dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku”.

Read More

Seri kali ini akan menyebutkan nama tokoh lainnya yang juga memuat hadits serupa di dalam catatannya.

Tokoh kali ini terlebih dahulu memaparkan hadits yang menyertakan penggalan di atas di dalam kitabnya, kemudian setelah itu beliau memberikan komentar dengan mengatakan bahwa ia juga sering mendengar hadits yang tidak meneyebutkan penggalan tersebut.

Ibn Hammad al-Marwazi di dalam kitabnya menyebutkan:

“Ibn Uyaiynah telah menyampaikan hadits kepada kami dari Ashim, dari Zir, dari Abdullah dari Nabi Saw, beliau bersabda: al-Mahdi, namanya menyerupai namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku. Dan aku mendengarnya bukan hanya sekali bahwa ia tidak menyebutkan nama ayahnya.[1]

Di dalam literatur di atas dengan gamblang penulisnya mengatakan bahwa tidak sedikit dari redaksi hadits serupa yang ia dengar tanpa menyebutkan penggalan yang dituduhkan oleh Ibn Taimiah.

Bukan hanya itu, beliau juga menyebutkan dua riwayat di dalam kitab tersebut yang tidak menyertakan penggalan tersebut, tepatnya hadits no: 1078 ( dari Ka’b ia berkata: nama Mahdi Adalah Muhammad atau ia berkata: nama Nabi ) dan hadits 1080(…. Dari Abu Said al-Khudri, Ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: nama Mahdi adalah Namaku) .(silakan lihat pada foto di atas)

Penyertaan hadits-hadits  ini, menguatkan pernyataan beliau di atas yang mengatakan bahwa ia juga sering mendengar riwayat tanpa penggalan yang dituduhkan oleh Ibn Taimiah.

Lebih mempertegas fakta tersebut, ternyata Taftazani juga ketika menukil hadits berkaitan dengan karakteristik Imam Mahdi As di dalam kitabnya Syarh al-Maqashid, tidak menyertakan penggalan tersebut:

“termasuk dalam kajian imamah adalah pembahasan tentang kemunculan al-Mahdi As serta turunnya Isa As. Keduanya termasuk bagian dari tanda-tanda kiamat. Sungguh di dalam bab ini terdapat banyak hadits shahih, sekalipun merupakan hadits ahad. Dan hadits tentang Dajjal mendekati hadits mutawatir ma’nawi. Adapun tentang kemunculan Imam Mahdi, maka terdapat hadits dari Ibn Abbas Ra, di mana ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: dunia tidak akan binasa hingga seorang dari ahlulbaitku menguasai Arab, di mana namanya sama dengan namaku.[2]

Sebagaimana tercatat dalam buku di atas, dapat dilihat bahwa ternyata Taftazani lebih memilih dan mengedepankan riwayat yang hanya memuat tentang nama Imam Mahdi As, dan melewatkan riwayat yang menyertakan nama ayah Imam Mahdi As.

Dari ke dua literatur di atas dan berbagai literatur lainnya dapat dipahami bahwa tuduhan Ibn Taimiah terhadap pengikut mazhab Syiah, tidaklah memiliki argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Mengingat bahwa semua kalangan baik Sunni maupun Syiah sama-sama memuat teks yang berkaitan dengan nama Imam Mahdi As, maka dapat disimpulkan bahwa penggalan tersebut merupakan bagian kesepakatan bersama.

Namun penggalan atau teks yang berkaitan dengan nama ayah Imam Mahdi, karena hanya terdapat pada sebagian hadits atau riwayat, maka perlu kajian lebih untuk memastikan apakah penggalan tersebut valid atau tidak.

Untuk itu pada tulisan berikutnya akan dikaji seputar kesahihan berbagai riwayat yang memuat penggalan tersebut.


[1] Ibn Hammad al-Marwazi, Abu Abdillah Naim bin Hammad, Kitab al-Fitan, hal: 367,hadits: 1076, cet: Maktabah al-Tauhid, Qairo.

[2] Taftazani, Sa’duddin, Syarh al-Maqashid, jil: 5, hal: 312, cet: Alam al-Kutub, pertama,1419 H/ 1998 M.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment