Tujuan Pergerakan Imam Husain AS dalam Catatan Abu al-Hasan al-Asyari dan Ibn Atsir

  • Whatsapp

MUSLIMMENJAWAB.COM – Salah satu pembahasan yang perlu dikaji dalam melihat pergerakan yang dilakukan oleh imam Husain AS adalah tujuan dari pergerakan itu sendiri.

Karena tujuan yang ingin digapai akan menentukan nilai dari sebuah tindakan disamping cara yang dijalankan dalam meraih tujuan tersebut. Jika tujuan dan cara yang yang digunakan baik dan benar maka tindakan tersebut benar namun jika sebaliknya maka tindakan tersebut salah.

Pada tulisan sebelumnya telah disebutkan beberapa pernyataan para ulama yang memuat tentang tujuan dari pergerakan yang dilakukan oleh imam Husain AS.  Dan pada tulisan ini akan disebutkan catatan lainnya yang juga menungkap tujuan dan falsafah pergerakan imam Husain AS.

Di dalam kitab Maqalat al-Islamiyyin karya Abu al-Hasan al-Asyari disebutkan:

Husain bin Ali bin Abi Thalib keluar menentang Yazid atas kezaliman yang dipertontonkannya, lalu ia (Husain) terbunuh di Karbala.[1]

Catatan ini mengungkap bahwa salah satu dari tujuan pergerakan imam Husain adalah memerangi dan menentang kezaliman yang sudah merajalela.

Di dalam kitab al-Kamil Fi al-Tarikh juga disebutkan tujuan yang melatar belakangi pergerakan Imam Husain dimana hal itu diungkap langsung oleh Imam Husain melalui khutbahnya:

Kemudian Husain berkhutbah dihadapan mereka seraya memuji dan memuja Allah: wahai sekalian manusia sesungguhnya Rasulullah SAWW bersabda: barang siapa yang melihat penguasa zalim; menghalalkan yang diharamkan Allah, tidak menepati janji Allah, menyalahi sunnah Rasulullah dan melakukan dosa serta permusuhan terhadap hamba-hamba Allah SWT, lalu ia tidak berusaha melakukan perubahan baik berupa tindakan maupun perkataan maka Allah berhak memasukkkannya ke tempatnya yang pantas baginya (neraka). Ingatlah mereka selalu mematuhi setan dan enggan mematuhi tuhan, melakukan kerusakan, tidak mengamalkan hukum-hukum Allah, mengkhususkan Faik untuk mereka, menghalalkan yang diharamkan Allah dan mengharamkan yang dihalalkanNya. Sementara aku lebih berhak dari orang lain atas hal itu (melakukan perubahan).[2]

Melakukan perubahan atas berbagai sikap Yazid dan antek-anteknya merupakan tujuan pergerakan imam Husai AS yang disebutkan dalam literatur di atas. Dan tindakan ini juga dilandasi oleh perkataan Rasulullah sebagaimana di sebutkan oleh beliau di dalam khutbah tersebut.

Berbagai perilaku salah yang dilakukan oleh Yazid dan Syiah ali Abu Sofyan saat itu perlu diluruskan supaya ajaran Islam kembali kepada alur yang benar.

Karena membiarkan hal itu dapat menggiring masyarakat pada anggapan bahwa ajaran Islam adalah apa yang dilakukan oleh Yazid dan para pengikutnya. Hal ini mengingat bahwa Yazid sedang berbicara dan bertindak sebagai khalifah kaum muslimin. Yang tentu saja oleh sebagian orang tindakannya dapat dianggap sebagai representasi tindakan Islam.


[1] Al-Asyari, Abu al-Hasan Ali bin Ismail, Maqalat al-Islamiyyin wa Ikhtilat al-Mushallin, jil: 1, hal: 141, cet: Maktabah al-Nahdhah al-Mishriah, pertama, 1950 M.

[2] Ibn Atsir, Abu al-Hasan Hasan bin Abu al-Karam, al-Kamil Fi al-Tarikh, jil: 3, hal: 408 , cet: Dar al-Kutub al-Ilmiah, Beiru, pertama, 1987 M.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.