Sumbangsih Syiah Terhadap Dunia Islam: Ashim dan Qiraah Sab’ah

  • Whatsapp

Muslimmenjawab.com – Pada seri-seri sebelumnya telah banyak dibahas tentang  sumbangsih Syiah terhadap dunia islam; baik dalam ilmu sharaf, Nahwu, lughah atau kosakata Arab dan imam ali sebagai sumber ilmu fikih.

Pada seri kali ini akan diulas tentang sumbangsih dan jasa Syiah terhadap dunia Islam dalam bidang Qiraah.

Bacaan Lainnya

Salah satu dari qari yang sangat terkenal dan bacaannya menjadi yang paling banyak diikuti di dunia Islam adalah Ashim, tepatnya qiraah Hafsh dari Ashim.

Zahabi dalam kitab Ma’rifat al-Qurra al-Kibar menyebutkan:

“Ashim bin Abi al-Najud al Asadi orang kufah, qari, imam Abu Bakr merupakan salah seorang dari qari yang tujuh (qurra sab’ah). Yang benar Ayahnya adalah bahdalah.

Ia memperoleh qiraatnya dari Abi Abdurrahman al-Sulami dan Zirrin Hubaisy al-Asadi. Ia meriwayatkan hadits dari keduanya.[1]

Di tempat lainnya dalam kitab yang sama Zahabi mencatat bahwa qiraahnya dari jalur al-Sulami bersumber dari imam Ali AS:

“Dan diriwayatkan dari Hafsh bin Sulaiman: Ashim berkata padaku: qiraah yang aku ajarkan kepada mu adalah qiraah yang aku peroleh dari Abi Abdurrahman al-Sulami, dari Ali Ra.[2]

Atas dasar ini tidak salah jika kemudian di dalam kitab tasis al-Syiah Li Ulum al-Islam disebutkan bahwa Ashim adalah seorang Syiah.

“Ashim al-Kufi bin Abi al-Najud Bahdalah adalah Syiah dan salah seorang Qari yang tujuh. Ia belajar dari Abi Abdurrahman al-Sulami sahabat Ali bin Abi Thalib, yang sebelumnya telah disebutkan ke-Syiahannya.[3]

Atas dasar ini dapat dipahami bahwa Ashim merupakan tokoh Syiah yang memperoleh qiraahnya dari imam Ali AS yang merupakan imam Syiah melalui Abi Abdurrahman al-Sulami yang juga Syiah.

Sumbangsih Ashim terhadap dunia Islam tentu saja tidak kecil mengingat bahwa qiraah yang tersebar di dunia Islam saat ini didominasi oleh qiraah Hafsh dari Ashim.


[1] Zahabi, Abi Abdillah Muhammad bin Ahmad, Ma’rifat al-Qurra al-Kibar, jil: 1, Hal: 88, cet: Muassasah al-Risalah.

[2] Zahabi, Abi Abdillah Muhammad bin Ahmad, Ma’rifat al-Qurra al-Kibar, jil: 1, Hal: 92, cet: Muassasah al-Risalah.

[3] Hasan Shadr, Tasis al-Syiah Li Ulum al-Islam, hal: 346.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.