Rafidhi Bukan Istilah Syar’i Tetapi Istilah Politik Penguasa

  • Whatsapp

Muslim Menjawab – Kata rafidhoh bukanlah berasal dari istilah syar’i baik dari Al-Quran ataupun riwayat yang muktabarah, tetapi kata ini murni istilah politik penguasa di zaman itu yang ditujukan kepada kelompok orang yang menentang dan tidak mengikuti penguasa, sama seperti dalam makna Bahasa, “Rafidhoh bentukan kata pelaku dari akar kata kerja rofadho-yarfadhu/yarfidhu -rofdhon/rofadhon yang berarti menolak, meninggalkan, melebar dan meluar (Kamus Al-Munawir, hal 552).

Sebagai bukti bahwa kata ini digunakan untuk sebuah istilah politik penguasa adalah pernyataan Muawiyah di dalam suratnya kepada Amr bin Ash mengenai kelompok rafidhoh (penentang) warga Basrah ,

Bacaan Lainnya

فإنّه كان من أمر علي وطلحة والزبير ما قد بلغك، وقد سقط إلينا مروان ابن الحكم في رافضة أهل البصرة وقدم علينا جرير بن عبد اللَّه في بيعة علي، وقد حبست نفسي عليك حتى تأتيني، أقبل أُذاكرك أمراً.

“Demikianlah kabar tentang Ali, Thalhak, dan Zubair sebagaimana telah sampai kepadamu, Dan Marwan bin Hakam memberitahu kami tentang Rafidhoh (pembangkang) warga Basrah,” (Nasr bin Muzahim al-Manqari, Waqah Shiffin: 34, Darul Jayl- Beirut, 1410 H)

Sedangkan kita mengetahui bahwa warga Basrah dulu menentang kepemimpinan Ali bin Abi Thalib ra, sehingga mereka disebut Muawiyah sebagai Rafidhoh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.