Abu Hurairah Pernah Bertaqiyyah?

MUSLIMMENJAWAB.COM – Taqiyyah adalah salah satu persoalan yang gencar diperbincangkan sebagai salah satu ciri khas kaum Syiah, hal ini dipandang sebagai satu bentuk kedustaan bahkan kemunafikan, sebab secara umum taqiyyah dipahami sebagai menampakkan sesuatu yang berlainan dengan batinnya.

Berkaitan dengan itu kita telah membahasnya pada pembahasan-pembahasan sebelumnya, dimana taqiyyah ternyata tidak hanya memiliki akar dalam Alquran, namun juga sesuai dengan argumentasi logis.

Read More

Pada kesempatan kali ini, kita akan membuka lembaran sejarah dimana ternyata para sahabat juga mengamalkan hal ini. Salah satunya adalah Abu Hurairah, siapa yang tak mengenalnya, ia merupakan salah satu perawi hadis yang paling banyak meriwayatkan hadis dari Nabi SAW.

Dalam kasus ini disebutkan bahwa Abu Hurairah terpaksa menyimpan hadis yang ia hafal dan tidak meriwayatkannya pada masa Khalifah kedua, Umar bin Khattab, karena takut pada sikap yang akan didapatkannya dari Khalifah atas periwayatan hadis tersebut.

يحي بن أيوب، عن ابن عجلان: أنّ أبي هريرة كان يقول: إنّى لأحدّث أحاديث لو تكلّمت بها فى زمن عمر، لشجّ رأسي

Yahya bin Ayub, dari Ibnu A’jlan bahwa Abu Hurairah berkata: “Sungguh aku menceritakan hadis-hadis, seandainya aku menceritakan hadis-hadis tersebut di zaman Umar, maka ia akan memenggal kepalaku.”

(Siyar A’lam an-Nubala, jil: 2, hal: 601, Muasasah ar-Risalah, Beirut)

وعن أبي هريرة أنه قال: لقد حدثتكم بأحاديث لو حدثت بها زمن عمربن الخطاب، لضربني عمر بالدِرّة

Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Sungguh aku telah menceritakan hadis-hadis, seandainya aku menceritakannya pada masa Umar bin Khattab, maka Umar akan memukulku dengan Dirrah (tongkat kecil).”

(Jami Bayan al-Ilmi wa Fadhlihi, jil: 2, hal: 131, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut)

عن أبي سلمة: عن أبي هريرة و قلت له: أ كنت تحدث في زمان عمر هكذا؟ فقال: لو كنت أحدث في زمان عمر، مثل ما أحدثكم، لضربني بمخفقته

Dari Abu salmah dari Abu Hurairah, aku bertanya padanya: “Apakah enkau juga menceritakan (hadis) di zaman Umar seperti ini?” Ia (Abu Hurairah) menjawab:  “Seandainya aku menceritakan hadis di zaman Umar seperti aku menceritakan hadis pada kalian, maka ia akan memukulku dengan cambuknya.”

(Tadzkirah al-Hifadz, jil: 1, hal: 7, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut)

عن أبي هريرة، قال: ما كنّا نستطيع أن نقول قال رسول الله حتّى قبض عمررضي الله عنه، كنا نخاف السياط

Dari Abu Hurairah, berkata: “Kami tidak bisa mengatakan: ‘Telah berkata Rasulullah SAW’ hingga Umar RA wafat, kami takut dengan cambukan.”

(Siyar A’lam an-Nubala, jil: 2, hal: 602-603, Muasasah ar-Risalah, Beirut)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment