Shalat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

  • Whatsapp

MUSLIMMENJAWAB.COM – Shalat merupakan salah satu rukun islam dan ditempatkan ke dalam ibadah yang paling agung. Hal ini dapat dipahami melaui berbagai riwayat dan ayat-ayat suci Al-Quran yang mengupas tentang shalat dari berbagai aspeknya. Begitu agung dan pentingnya, sehingga shalat diwajibkan bagi setiap muslim dalam segala keadaan. Dalam keadaan sehat, sakit, berada di rumah dan musafir selama masih memiliki kesadaran maka kewajiban shalat tidak akan pernah hilang dari tanggung jawabnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam ajaran Islam.

Urgensi shalat ini juga dapat dipahami dari peranan yang dimilikinya dalam kehidupan seorang muslim. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran bahwa shalat dapat mencegah serta melindungi seorang mukmin dari melakukan perbuatan keji dan mungkar. “sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (al-Ankabut/45).

Bacaan Lainnya

Ayat ini dengan tegas  menyatakan bahwa fungsi serta peranan shalat adalah untuk melindungi seorang mukmin dari perbuatan keji dan mungkar, atau dalam ungkapan lainnya melindungi dari berbuat dosa. Namun hal yang cukup menarik dan perlu mendapatkan kajian lebih dalam adalah kenyataaan yang ditemukan di tengah-tengah masyarakat justru seperti bertentangan dengan kandumgan ayat di atas. Artinya kenyataan yang ada, mempertontonkan kepada kita bahwa tidak sedikit orang yang melaksanakan shalat tapi pada saat yang sama mereka juga menjadi aktor-aktor kejahatan dan dosa. Atas dasar inilah kemudian timbul pertanyaan apakah benar shalat dapat mencegah seorang hamba dari perbuatan keji dan mungkar?  

Benar, shalat dapat melindungi seorang mukmin dari melakukan perbuatan keji dan mungkar sesuai dengan kadar kesempurnaan shalat yang dia lakukan. Seorang yang shalatnya sempurna baik dari sisi syarat syah maupun sytarat kesempurnaannya, maka ia akan terlindungi secara utuh dari melakukan dosa. Dan yang shalatnya tidak sempurna maka perlindungan yang diraih juga tidak sempurna. Artinnya kadar perlindungan yang didapat dari pelaksanaan shalat akan bergradasi sesuia dengan tingkat kesempurnaan shalat yang dilakukan.

Di dalam tafsir al-Amtsal disebutkan: “akan tetapi setiap shalat hanya dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar sesuai dengan kadar terpenuhinya syarat keutamaan dan ruh ibadah yang dilakukan. Terkadang ia dapat menjaga secara utuh dan tidak jarang hanya bersifat melindungi sebagian perbuatan keji saja. Tidak mungkin seseorang melaksanakan shalat tapi tidak memperoleh dampak sama sekali, sekalipun shalatnya hanya bersifat serimonial dan tetap dibarengi dosa. Memang harus diakui bahwa pengaruh shalat yang seperti ini sangat sedikit. Namun dapat dipastikan bahwa jika shalat yang seperti ini pun tidak diaksanakan maka mereka akan lebih terjerumus lagi kedalam kubangan dosa. (tafsir al-Amtsal, jilid: 12, hal: 366, cet: muasasah bi’tsah, beirut 1992)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar